Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JAMBI NOMOR 236/PID.SUS/2014/PN.JMB MENGENAI MUATAN YANG MELANGGAR KESUSILAAN DAN PEREKAMAN GAMBAR TANPA IZIN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO. 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK SERTA UNDANG-UNDANG NO. 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI.


Kemajuan zaman dan teknologi membuat maraknya pelanggaran
kesusilaan yang terjadi di kalangan masyarakat, yang mana hal ini tidak
hanya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    160/2017160/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    160/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix, 99 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    160/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kemajuan zaman dan teknologi membuat maraknya pelanggaran
    kesusilaan yang terjadi di kalangan masyarakat, yang mana hal ini tidak
    hanya menyebabkan masyarakat mudah dalam mengakses kontenkonten
    pornografi, namun juga mempermudah masyarakat dalam
    membuat dan menyebarkan konten pornografi berupa informasi elektronik
    dan/atau dokumen elektronik. Permasalahan berkaitan dengan hal
    tersebut adalah penjatuhan pidana pada putusan Nomor:
    236/PID.SUS/2014/PN.Jmb mengenai status yang memuat konten
    persenggamaan dan ketelanjangan melalui facebook sudah sesuai
    dengan penerapan norma/kaidah perundang-undangan. Dan juga
    perbuatan Terdakwa yang memposting gambar dengan konten pornografi
    melalui facebook dan pengambilan gambar tanpa ijin yang dijatuhi pidana
    penjara 5 (lima) tahun sudah tepat dihubungkan dengan ajaran
    Concursus.
    Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
    yuridis normatif. Data-data yang relevan dengan penelitian ini lebih
    difokuskan pada data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan
    yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif-analisis.
    Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa, Pertimbangan
    hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana Terdakwa Rudi
    Hendrawanto dengan Pasal 4 ayat (1) jo. Pasal 29 Undang-Undang
    Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi adalah kurang tepat. Hal ini
    disebabkan Bahwasanya cara penyebaran, media yang digunakan untuk
    menyebarkan yaitu Facebook, alat-alat bukti serta akibat yang ditimbulkan
    yaitu dapat diaksesnya informasi elektronik berupa foto-foto ketelanjangan
    Saksi Korban sangat jelas dan spesifik di atur di dalam UU ITE. Dan juga
    Perbuatan Terdakwa yang mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau
    Dokumen Elektronik yang berisi menakut-nakuti yang ditujukan secara
    pribadi, memposting gambar dengan konten persenggamaan dan
    ketelanjangan melalui Facebook, serta merekam gambar dari aksi
    persenggamaan Terdakwa bersama Saksi Korban tanpa sepengetahuan
    Saksi Korban termasuk ke dalam Concursus realis. sehingga jenis surat
    Dakwaan yang digunakan dapat berupa Dakwaan Kumulatif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi