Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN TIDAK MAMPU, DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN MEDIS DI RUMAH SAKIT DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN


Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang diselenggarakan sendiri atau
bersama-sama dalam suatu organisasi untuk meningkatkan dan memelihara

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    152/2017152/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    152/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 105 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    152/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang diselenggarakan sendiri atau
    bersama-sama dalam suatu organisasi untuk meningkatkan dan memelihara
    kesehatan, mencegah penyakit, mengobati penyakit dan memulihkan kesehatan yang
    ditujukan kepada perseorangan, kelompok, atau masyarakat. Rumah sakit merupakan
    sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan bagian
    dari sistem pelayanan kesehatan, maka rumah sakit diwajibkan untuk
    menyelenggarakan pelayanan medik yang bermutu bagi masyarakat. Pasien sebagai
    penerima pelayanan medik berhak untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan
    kebutuhan medis, tetapi masih ada pasien yang tidak mendapatkan pelayanan yang
    sesuai diakibatkan oleh keterbatasan biaya. Berdasarkan hal tersebut bagaimana
    tanggung jawab hukum dalam melindungi pasien memiliki keterbatasan biaya dalam
    mendapatkan tindakan medis yang layak.
    Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif.
    Teknik pengumpulan data melalui bahan hukum primer dan sekunder, serta penelitian
    di lapangan, yang mana diperoleh melalui wawancara. Spesifikasi penelitian ini bersifat
    deskriptif analitis, kemudian analisis data dilakukan secara yuridis kualitatif.
    Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa harmonisasi antara dokter dan
    rumah sakit sangat diperlukan untuk kesejahteraan pasien, selain itu pengetahuan
    pasien mengenai sejauh mana hukum melindungi hak-hak yang dimiliki pasien
    diharapkan semakin meningkat meningkat karena sebenarnya hukum melindungi
    pasien dari berbagai sisi hukum, dan sudah tercantum dengan jelas apa saja yang
    menjadi hak dan kewajiban pasien, dokter, maupun rumah sakit.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi