Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENEMPATAN WARGA NEGARA ASING DALAM RUANG DETENSI IMIGRASI DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 116 UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN DAN PASAL 22 KUHAP


Hukum Keimigrasian di Indonesia saat ini diatur melalui UndangUndang
Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Penegakan hukum
terhadap ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    130/2017130/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    130/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 137 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    130/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hukum Keimigrasian di Indonesia saat ini diatur melalui UndangUndang
    Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Penegakan hukum
    terhadap pelanggaran keimigrasian dalam undang-undang tersebut dibagi
    menjadi dua macam, yakni dalam bentuk administratif dan secara litigasi
    atau pro justitia. Salah satu jenis tindakan administratif dalam undangundang
    tersebut ialah keharusan untuk bertempat tinggal di suatu tempat
    tertentu di wilayah Indonesia, yakni Rumah Detensi Imigrasi atau Ruang
    Detensi Imigrasi. Penempatan Warga Negara Asing (WNA) dalam Ruang
    Detensi Imigrasi sejalan dengan konsep penahanan dalam Kitab UndangUndang
    Hukum Acara Pidana (KUHAP) yaitu perampasan kemerdekaan
    bergerak seseorang. Tujuan dari penelitian ini pertama adalah untuk
    mengkaji dan menganalisis batasan-batasan antara penempatan WNA
    dalam ruang detensi imigrasi dan penahanan dalam KUHAP sehingga
    dapat memberikan kepastian apakah penempatan warga negara asing
    dalam ruang detensi imigrasi memang sama dengan penahanan dalam
    KUHAP, dan kedua adalah untuk mengkaji dan menganalisis tata cara
    dan pelaksanaan pengajuan keberatan atas tindakan pendetensian yang
    tepat.
    Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
    metode yuridis normatif, dengan menitik beratkan pada penelitian
    kepustakaan ditambah dengan penelitian lapangan yang hasilnya
    dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Metode yang digunakan
    dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitif dengan memberikan gambaran
    menyeluruh dan sistematis tentang Penempatan WNA dalam Ruang
    Detensi Imigrasi dan penahanan.
    Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pertama, walaupun
    terdapat kemiripan dalam pelaksanaan antara penempatan WNA dalam
    Ruang Detensi Imigrasi dan Penahanan yang diatur dalam KUHAP, kedua
    hal tersebut merupakan kedua tindakan yang berbeda. Kedua, Pengajuan
    keberatan terhadap penempatan WNA dalam ruang detensi imigrasi diatur
    dalam Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor : F-
    336.Il.02.10 Tahun 1995 Tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan Atas
    Tindakan Keimigrasian, namun petunjuk pelaksanaan tersebut sudah
    jarang digunakan karena undang-undang yang menimbulkan multitafsir,
    penegak hukum yang kurang berkompeten, dan kebudayaan dari warga
    negara asing itu sendiri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi