Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

TINJAUAN KRIMINOLOGIS MENGENAI ANAK DIBAWAH UMUR YANG MENONTON FILM GOLONGAN DEWASA YANG DIPUTAR OLEH BIOSKOP BERDASARKAN PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK


Anak mempunyai kedudukan penting dalam keberlangsungan hidup suatu
bangsa. Anak mempunyai beberapa hak yang sepatutnya dilindungi dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    121/2017121/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    121/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 174 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    121/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Anak mempunyai kedudukan penting dalam keberlangsungan hidup suatu
    bangsa. Anak mempunyai beberapa hak yang sepatutnya dilindungi dan difasilitasi
    dengan baik. Hiburan menjadi salah satu hak bagi setiap anak, yang ikut pula dijamin
    oleh pemerintah guna tumbuh berkembangnya anak secara optimal. Film merupakan
    salah satu jenis hiburan di era modern, film merupakan media komunikasi yang bersifat
    audio visual untuk menyampaikan suatu pesan. Film sebagai hiburan yang berbentuk
    media komunikasi audio visual selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak
    negatif bagi anak, karena tidak jarang dalam film mengandung unsur kekerasan dan
    pornografi. Maka dari itu Pasal 7 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang
    Perfilman telah mengatur mengenai penggolongan usia dalam menonton film di
    bioskop. Tetapi dalam kenyataannya masih terdapat anak yang menonton film
    golongan dewasa dibioskop yang tidak sesuai dengan kategori usianya. Oleh karena itu
    perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang menyebabkan anak
    menonton film golongan dewasa di bioskop, serta upaya penanggulangannya.
    Adapun penulis menggunakan metode penulisan dengan spesifikasi Deskriptif
    Analitis melalui pendekatan Yuridis Normatif. Penulis mengumpulkan data primer yang
    diperoleh melalui penelitian ke lapangan dan juga data data sekunder seperti buku,
    jurnal, dokumen, majalah, surat kabar, dan sumber yang berasal dari media elektronik.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anak
    menonton film golongan dewasa di bioskop yaitu, kurangnya kesadaran hukum dari
    pihak pegawai bioskop, kurangnya kontrol efektif yang dilakukan oleh pemerintah
    kepada pihak bioskop yang membiarkan anak menonton film kategori dewasa,
    kurangnya kontrol eksternal dari orang tua dan masyarakat terhadap anak yang
    menonton film golongan dewasa di bioskop, serta lemahnya personal kontrol pada anak
    sehingga terpengaruh oleh faktor eksternal. Adapun untuk menanggulangi anak
    menonton film golongan dewasa di bioskop dapat berupa kebijakan penal dengan
    memperbaharui peraturan perundang-undangan terkait perfilman dengan
    menambahkan aturan mengenai standart operasional terkait pemeriksaan identitas
    penonton bioskop secara jelas dan merinci, serta sanksi kepada pihak yang mengajak
    ataupun membiarkan anak menonton film golongan dewasa di bioskop. Adapun upaya
    non penal dapat berupa sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat serta instansi
    pendidikan mengenai pembatasan usia penonton dalam film di bioskop sesuai dengan
    Pasal 7 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, serta dampak buruk
    yang dapat ditimbulkan oleh anak akibat film kategori dewasa. Peran pemerintah dan
    masyarakat haruslah bersinergi untuk mencegah dan menanggulangi anak menonton
    film golongan dewasa di bioskop.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi