Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

ANALISIS TERHADAP PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PETAMBAK GARAM DI INDONESIA DIKAITKAN DENGAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 125/M-DAG/PER/12/2015 TENTANG KETENTUAN IMPOR GARAM


Perkembangan komoditas pangan menjadi salah satu fokus utama
berbagai negara di belahan dunia, khususnya Indonesia dan 19 negara lain

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    059/2017059/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    059/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 108 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    059/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perkembangan komoditas pangan menjadi salah satu fokus utama
    berbagai negara di belahan dunia, khususnya Indonesia dan 19 negara lain
    yang tergabung dalam G20 sepakat untuk menerapkan liberalisasi
    perdagangan dengan membuka sistem perdagangan multilateral yang dapat
    mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di seluruh dunia.
    Sebagai salah satu negara WTO, Indonesia berkewajiban secara konsisten
    menerapkan liberalisasi perdagangan terhadap arus produksi atau barang
    yang ada termasuk didalamnya salah satu komoditas pangan yaitu garam.
    Tujuan dari penulisan adalah untuk mengkaji serta menganalisis implikasi
    hukum yang timbul serta perlindungan hukum bagi petambak garam pada
    kegiatan impor garam.
    Metode pendekatan yang digunakan dalam membahas penelitian ini
    adalah metode pendekatan secara yuridis normatif yaitu dengan cara
    meneliti bahan-bahan kepustakaan sehingga data yang digunakan berupa
    data sekunder sebagai data utama dan ditambah dengan studi lapangan
    yang berupa pengamatan lapangan. Pendekatan secara yuridis dan
    normatif dilakukan dengan meneliti berbagai peraturan perundangundangan
    yang berkaitan dengan kegiatan impor garam dan perlindungan
    hukum terhadap petambak garam.
    Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil: Pertama, Terhadap
    implikasi dari kegiatan impor garam di Kabupaten Cirebon yang dilakukan
    oleh importir garam diketahui bertentangan dengan hukum positif di
    Indonesia, dimana kegiatan impor garam perlu memperhatikan beberapa
    aspek termasuk petambak garam. Kedua, dalam rangka memberikan
    perlindungan hukum pada petambak garam, pemerintah Indonesia telah
    membuat peraturan perundang-undangan serta memberikan penegakan
    hukum, salah satunya melalui hukum administrasi negara
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi