Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS PEREDARAN SMARTPHONE ILEGAL, SMARTPHONE REKONDISI, DAN SMARTPHONE REPLIKA DI INDONESIA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN


Permintaan kosumen yang tinggi dan persaingan usaha yang
semakin ketat menjadi celah bagi pelaku usaha smartphone dalam negeri
untuk ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    041/2017041/2017Perpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    041/2017
    Penerbit Fakultas Hukum UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 109 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    041/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Permintaan kosumen yang tinggi dan persaingan usaha yang
    semakin ketat menjadi celah bagi pelaku usaha smartphone dalam negeri
    untuk berbuat curang demi mendapatkan keuntungan yang besar.
    Adanya penemuan ribuan smartphone ilegal, smartphone rekondisi, dan
    smartphone replika di pasaran tentu meresahkan dan merugikan
    konsumen. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis serta
    mengetahui bagaimana pertanggungjawaban pelaku usaha terhadap
    peredaran smartphone ilegal, smartphone rekondisi dan smartphone
    replika di Indonesia juga untuk menganalisis tindakan hukum yang dapat
    ditempuh konsumen yang dirugikan akibat peredaran smartphone ilegal,
    smartphone rekondisi, dan smartphone replika tersebut.
    Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah
    deskriptif analitis, yaitu menuliskan fakta dan memperoleh gambaran
    menyeluruh mengenai karakteristik smartphone ilegal, smartphone
    rekondisi, dan smartphone replika. Metode pendekatan yang digunakan
    ialah yuridis normatif yaitu penelitian hukum kepustakaan dengan cara
    menelusuri, mengkaji, dan meneliti data sekunder berkaitan dengan
    materi penelitian ini yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum
    sekunder, dan bahan hukum tersier.
    Pelaku usaha yang telah memperdagang smartphone ilegal,
    smartphone rekondisi dan smartphone replika dapat dikenakan
    pertanggungjawaban berdasarkan prinsip pertanggungjawaban
    berdasarkan unsur kesalahan (liability based on fault) dan pelaku usaha
    juga dapat dikatakan telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian
    jual beli dengan konsumen yang oleh karenanya pelaku usaha wajib untuk
    mengganti kerugian yang diderita konsumen. Konsumen yang telah
    dirugikan dapat melakukan tindakan hukum secara non litigasi, yakni
    melalui BPSK, atau upaya hukum secara litigasi, yakni melalui pengadilan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi