Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

KEWAJIBAN AFFECTED STATES DALAM MENERIMA BANTUAN KEMANUSIAAN EKSTERNAL SAAT TERJADI BENCANA BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL


Sejarah mencatat bahwa beberapa peristiwa bencana pernah terjadi
sebegitu besarnya hingga secara signifikan melumpuhkan aktivitas sosial

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    002/2017002/017 Ais kPerpustakaan Mochtar Kusumaatmadja FH UnpadTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Hukum
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    002/017
    Penerbit Fakutas Hukum Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 124 hal, 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    002/017
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    other
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sejarah mencatat bahwa beberapa peristiwa bencana pernah terjadi
    sebegitu besarnya hingga secara signifikan melumpuhkan aktivitas sosial
    Negara terkena dampak (affected States). Dalam situasi tersebut, bantuan
    kemanusiaan eksternal akan menjadi krusial untuk menyelamatkan
    banyak jiwa. Namun, adanya lacunae di bidang Hukum Penanganan
    Bencana Internasional mengakibatkan tidak adanya ketentuan yang
    mengikat mengenai apa saja kewajiban affected States terkait dengan
    penerimaan bantuan kemanusiaan eksternal tersebut, sehingga rumusan
    kewajiban ini perlu ditinjau dari cabang hukum lain yang berkaitan, salah
    satunya yaitu Hukum Hak Asasi Manusia (HAM), hukum humanitebeserta
    instrumen-instrumennya. Dalam beberapa kasus seperti Indonesia pasca
    bencana tsunami Samudera Hindia 2004 dan Myanmar pasca bencana
    topan Nargis 2008, terdapat indikasi bahwa tindakan kedua negara
    tersebut justru menghalangi akses masuk bantuan kemanusiaan
    eksternal.
    Penulis melaksanakan penelitian terhadap masalah di atas melalui
    metode deskriptif analitis demi memperoleh gambaran menyeluruh dan
    sistematis atas permasalahan yang diteliti dihubungkan dengan peraturan
    hukum yang berlaku dengan menggunakan penelitian yuridis normatif,
    yaitu dengan menitikberatkan pada data-data sekunder dan tersier yang
    terkumpul berupa bahan-bahan hukum yang ada kaitannya dengan
    masalah yang diteliti yang selanjutnya akan dianalisis secara yuridis
    kualitatif.
    Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa melalui perspektif HAM,
    kewajiban untuk menerima bantuan kemanusiaan eksternal dalam situasi
    bencana tidak diatur secara eksplisit. Selain itu, tidak dilaksanakannya
    kewajiban tersebut, dengan syarat-syarat tertentu, bisa jadi merupakan
    suatu internationally wrongful act yang menimbulkan pertanggungjawaban
    affected States di mata hukum internasional
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi