<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9993">
 <titleInfo>
  <title>RANCANGAN MODUL INTERVENSI PERBAIKAN KUALITAS INTERAKSI MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL PADA PASANGAN MENIKAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SANYA DRIRINDRA PUTRANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv, 101  hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perceraian merupakan suatu peristiwa yang sebisa mungkin dihindari dan diharapkan tidak terjadi, &#13;
tetapi berdasarkan data dari Departemen Agama RI pada tahun 2009, kasus perceraian justru &#13;
meningkat 10 kali lipat setiap tahunnya selama kurun waktu 10 tahun sejak tahun 1999. Dari &#13;
berbagai kasus perceraian diketahui adanya beberapa faktor penyebab yang menjadi pemicu &#13;
terjadinya perceraian di Indonesia, dengan sebab terbanyak adalah adanya ketidakcocokan dan &#13;
ketidakharmonisan dengan pasangan. Faktor ini dapat dikategorikan sama dengan faktor penyebab &#13;
tertinggi kasus perceraian di kota Bandung, yaitu perselisihan yang berlangsung terus-menerus. &#13;
Faktor ketidakcocokan kemungkinan diakibatkan pola pikir yang tidak sejalan dengan &#13;
pasangannya, sedangkan perselisihan terjadi selain karena pola pikir yang tidak sejalan juga &#13;
kemungkinan disebabkan masing-masing pihak lebih mengutamakan kepentingan pribadi &#13;
dibandingkan pasangannya. Dalam ilmu psikologi, fenomena ini dapat dikaji dengan &#13;
menggunakan konsep &quot;kompetensi sosial&quot;, yaitu kemampuan individu untuk memahami dan &#13;
mengelola perilaku yang ditampilkan dalam relasi sosial secara proporsional. Kompetensi sosial &#13;
memiliki hubungan yang erat dengan penyesuaian sosial dan kualitas interaksi antar pribadi. &#13;
Individu yang berkompeten secara sosial akan marnpu menggunakan pengetahuan dan pengalaman &#13;
yang dimilikinya untuk dapat berelasi positif dengan orang lain, sedangkan individu yang kurang &#13;
mampu menggunakan cara yang tepat untuk berelasi positif dengan orang lain maka berpeluang &#13;
kesulitan untuk berinteraksi dengan baik terhadap orang di sekitarnya. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah rancangan program berdasarkan asesmen &#13;
kebutuhan melalui pengukuran terhadap variabel &quot;kompetensi sosial&quot; dan variabel &quot;kualitas &#13;
interaksi&quot;. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner, yang terdiri dari 80 &#13;
pemyataan, meIiputi 54 pemyataan untuk mengukur variabel kompetensi sosial dan 26 pemyataan &#13;
untuk mengukur variabel kualitas interaksi. Kuesioner didistribusikan kepada 20 pasangan suami &#13;
istri dalam rentang usia pemikahan 0 - 5 tahun, dengan tingkat pendidikan minimal Sekolah &#13;
Menengah Atas (SMA), masing-masing atau keduanya berpenghasilan tetap, domisili di kota &#13;
Bandung, dan pasangan tidak menjalankan relasi pemikahanjarakjauh. Responden dipilih dengan &#13;
teknik snowball sampling. &#13;
&#13;
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa subvariabel &quot;penguasaan sosial&quot;, ''tanggap sosial&quot;, &#13;
&quot;kematangan sosial&quot;, dan &quot;kendali sosial&quot; dari variabel &quot;kompetensi sosial&quot; memiliki hubungan &#13;
yang erat dengan variabel &quot;kuaIitas interaksi&quot;. Akan tetapi, hasil pengukuran juga menunjukkan &#13;
bahwa kualitas interaksi yang dimiliki responden cenderung berada pada tipologi dengan &#13;
karakteristik &quot;tidak memuaskan&quot;, &quot;hubungan putus&quot;, dan &quot;senang di tempat lain&quot;. Hal pokok yang &#13;
tergambarkan dari hasil pengukuran terhadap variabel &quot;kualitas interaksi&quot; memuat inti yang sama &#13;
dengan subvariabel &quot;penguasaan sosial&quot; dari variabel &quot;kompetensi sosial&quot;. Hal ini sejalan dengan &#13;
hasil pengolahan data deskriptif terhadap variabel &quot;kompetensi sosial&quot; yang menunjukkan bahwa &#13;
subvariabel &quot;penguasaan sosial&quot; merupakan subvariabel dengan jumlah terbanyak untuk kategori &#13;
&quot;sedang&quot; diantara keempat subvariabel lainnya. Kondisi ini menjadi pertimbangan peneliti untuk &#13;
menjustifikasi adanya kebutuhan belajar yang lebih mendesak pada subvariabel ''penguasaan &#13;
sosial&quot; guna memperbaiki kualitas interaksi. &#13;
&#13;
Rancangan intervensi dikemas dalam bentuk konseling pasangan, dengan materi yang terbagi &#13;
dalam 2 modul, yaitu (1) Harapan dan Kemampuan Pemenuhannya, (2) Negosiasi dan &#13;
Kesepakatan Pemenuhan Harapan Bersarna</note>
 <note type="statement of responsibility">SANYA DRIRINDRA PUTRANTI</note>
 <subject authority="">
  <topic>peningkatan kompetensi sosial pada pasangan menika</topic>
 </subject>
 <classification>155.2 san r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.2 san r/R.19.27</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007271</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>155.2 san r/R.19.27</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9993</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:28</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-04 13:50:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>