Detail Cantuman

Image of PERILAKU KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL  ANAK  TUNAGRAHITA (Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interaksionisme Simbolik  pada Anak Tunagrahita  di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri 041 Bangkinang)

 

PERILAKU KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL ANAK TUNAGRAHITA (Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interaksionisme Simbolik pada Anak Tunagrahita di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri 041 Bangkinang)


PERILAKU KOMUNlKASI VERBAL DAN NONVERBAL ANAK
TUNAGRAHIT A (Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interaksionisme
Simbolik pada Anak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0100111070016302.2 Yoh p/R.17.32Perpustakaan Pusat (REF.17.32)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Yoh p/R.17.32
    Penerbit Magister Ilmu Sosial Dan Politik : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 192 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PERILAKU KOMUNlKASI VERBAL DAN NONVERBAL ANAK
    TUNAGRAHIT A (Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interaksionisme
    Simbolik pada Anak Tunagrahita di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)
    Negeri 041 Bangkinang). Nova Yohaoa, Tesis Magister dengao Tim
    Pembimbing Prof. Deddy Mulyana, MA., Ph.D (Ketua) dan Darmawan
    Zainun, Drs., M.S. (Anggota)

    Anak tunagrahita memiliki kelemahan dalam hal komunikasi, interaksi,
    adaptasi, maupun intelektual (berpikir). Karakteristik yang paling menonjol yang
    membedakan antara anak tunagrahita dan non-tunagrahita umwnnya mereka
    mengalami defisit dalam keterampilan bahasa. Penelitian ini diadakan tidak lain
    untuk memahami dan mendapatkan gambaran secara utuh mengenai realitas
    komunikasi pada anak tunagrahita

    Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Luar Biasa (SOLB) Negeri 041
    Bangkinang dimana jumlah subjek penelitian anak tunagrahita infonnan sebanyak
    6 (enam) orang dengan tingkat ketunagrahitaan yang berbeda-beda. Penelitian ini
    bertujuan untuk mengungkap bagaimana konsep diri serta perilaku komunikasi
    verbal dan nonverbal anak tunagrahita dalam berinteraksi di lingkungan SOLB
    Negeri 041 Bangkinang tersebut.

    Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan
    interaksionisme simbolik. Untuk mendapatkan data, penulis menggunakan tiga
    teknik pengumpulan data, yaitu pengamatan berperan serta, wawancara
    mendalam, dan studi dokumentasi. Informan kunci penelitian ini adalah orang tua
    anak tunagrahita dan guru kelas, sedangkan informan pendukung adalah kepala
    sekolah, wakil kepala sekolah, guru, nara sumber ahli pendidikan anak tunagrahita
    dan ahli psikologi.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri anak tunagrahita
    informan dipengaruhi oleh significant other yang dikategorikan menjadi dua,
    yaitu konsep diri positif tipe social comparison dan konsep diri negatif tipe self
    appraisal. Komunikasi verbal anak tunagrahita dalam berinteraksi di lingkungan
    SOLB Negeri 041 Bangkinang bersifat aktif dengan defisit bahasa yang terjadi.
    Sebaliknya komunikasi nonverbal anak tunagrahita lebih bersifat komunikatif
    yang digunakan sebagai cara untuk menyampaikan pesan, melengkapi atau
    menegaskan pesan verbal, tennasuk ketika mereka menunjukan berbagai reaksi
    emosi ketika berinteraksi di lingkungan sosialnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi