aoa 0 ua ti pe c\\\\\ 't,~\"\Y? \eve\ area atau fay Harriot Model dan EBLUP level unit observasi. Namun permasalahan utama dalam EBLUP adalah tidak diketahuinya nilai variance. Oleh karena itu diperIukan estimasi variance dengan menggunakan metode Maximum Likelihood (ML), metode Restricted Maximum Likelihood (REML), dan Metode Prasad Rao. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas 2008) dan Potensi Desa (PODES 2008). Kedua data tersebut di-merge untuk mendapatkan variabel respon dan variabel independen yang kemudian diuji korelasi antara variabel respon dengan variabel indpenden yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel respon dari 8 (delapan) variabel independen yang diduga berkorelasi temyata hasilnya hanya 3 (tiga) variabel saja yang berkorelasi yaitu Proporsi jumlah keluarga yang menggunakan listrik PLN, Proporsi jumlah laki-Iaki di desa, Proporsi jumlah bangunan permanen dalam des a Dari hasil pengolahan diperoleh nilai estimasi nilai A terbesar pad a metode Maximum Likelihood yaitu sebesar 1,20319 sehingga nilai MSE model juga besar dibandingkan dengan metode REML maupun metode Prasad Rao yaitu sebesar 0,60031. Sedangkan nilai A yang menghasilkan MSE model terkecil adalah metode Prasad Rao dengan nilai A dan MSE nya masing­ masing 0,98419 dan 0,55419. " />

Detail Cantuman

No image available for this title

 

ESTIMASI ANGKA PENGANGGURAN TINGKAT DESA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SMALL AREA ESTIMATION


Dalam era otonomi daerah dibutuhkan suatu perencanaan dan
pengambilan kebijakan sampai level yang terkecil. Untuk itulah diperlukan suatu

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100700094362.5 Har e/R.14.4Perpustakaan Pusat (REF.14.4)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    362.5 Har e/R.14.4
    Penerbit Magister Statistika Terapan, : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,;34 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    362.5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dalam era otonomi daerah dibutuhkan suatu perencanaan dan
    pengambilan kebijakan sampai level yang terkecil. Untuk itulah diperlukan suatu
    mforrnasi yang rinci mengenai indikator pembangunan, tidak hanya untuk level
    kabupatenlkota saja namun diharapkan sampai level desa. Badan Pusat Statistik
    ) sebagai penyedia statistic berkualitas diharapkan juga mampu menyediakan

    data sampai level yang terkecil. Namun untuk dapat menyediakan data sampai

    el terkecil dibutuhkan biaya dan waktu yang sangat besar. Small Area
    imastion dapat mengatasi hal tersebut karena dapat menyediakan estimasi
    karakteristik sampai level terkecil dengan dasar survey yang sudah ada. Metode
    Emprical Best Linier Unbiased Prediction (EBLUP) merupakan metode yang

    OS cl: ~% ~Hi'''' ~ ~"l ~'m'l"'a·"i:'Il::il1. ~-~ra111 n:: Jt> aoa 0 ua ti pe

    c\\\\\ 't,~\"\Y? \eve\ area atau fay Harriot Model dan EBLUP level unit
    observasi. Namun permasalahan utama dalam EBLUP adalah tidak
    diketahuinya nilai variance. Oleh karena itu diperIukan estimasi variance
    dengan menggunakan metode Maximum Likelihood (ML), metode Restricted
    Maximum Likelihood (REML), dan Metode Prasad Rao.

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh
    dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas 2008) dan Potensi Desa (PODES
    2008). Kedua data tersebut di-merge untuk mendapatkan variabel respon dan
    variabel independen yang kemudian diuji korelasi antara variabel respon dengan
    variabel indpenden yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel respon
    dari 8 (delapan) variabel independen yang diduga berkorelasi temyata hasilnya
    hanya 3 (tiga) variabel saja yang berkorelasi yaitu Proporsi jumlah keluarga yang
    menggunakan listrik PLN, Proporsi jumlah laki-Iaki di desa, Proporsi jumlah
    bangunan permanen dalam des a

    Dari hasil pengolahan diperoleh nilai estimasi nilai A terbesar pad a
    metode Maximum Likelihood yaitu sebesar 1,20319 sehingga nilai MSE
    model juga besar dibandingkan dengan metode REML maupun metode Prasad
    Rao yaitu sebesar 0,60031. Sedangkan nilai A yang menghasilkan MSE model
    terkecil adalah metode Prasad Rao dengan nilai A dan MSE nya masing­
    masing 0,98419 dan 0,55419.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi