
ESTIMASI ANGKA PENGANGGURAN TINGKAT DESA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SMALL AREA ESTIMATION
Dalam era otonomi daerah dibutuhkan suatu perencanaan dan
pengambilan kebijakan sampai level yang terkecil. Untuk itulah diperlukan suatu
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001100700094 362.5 Har e/R.14.4 Perpustakaan Pusat (REF.14.4) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 362.5 Har e/R.14.4Penerbit Magister Statistika Terapan, : Bandung., 2010 Deskripsi Fisik xii,;34 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362.5Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab IMAM SETIA HARNOMO -
Dalam era otonomi daerah dibutuhkan suatu perencanaan dan
pengambilan kebijakan sampai level yang terkecil. Untuk itulah diperlukan suatu
mforrnasi yang rinci mengenai indikator pembangunan, tidak hanya untuk level
kabupatenlkota saja namun diharapkan sampai level desa. Badan Pusat Statistik
) sebagai penyedia statistic berkualitas diharapkan juga mampu menyediakan
data sampai level yang terkecil. Namun untuk dapat menyediakan data sampai
el terkecil dibutuhkan biaya dan waktu yang sangat besar. Small Area
imastion dapat mengatasi hal tersebut karena dapat menyediakan estimasi
karakteristik sampai level terkecil dengan dasar survey yang sudah ada. Metode
Emprical Best Linier Unbiased Prediction (EBLUP) merupakan metode yang
OS cl: ~% ~Hi'''' ~ ~"l ~'m'l"'a·"i:'Il::il1. ~-~ra111 n:: Jt> aoa 0 ua ti pe
c\\\\\ 't,~\"\Y? \eve\ area atau fay Harriot Model dan EBLUP level unit
observasi. Namun permasalahan utama dalam EBLUP adalah tidak
diketahuinya nilai variance. Oleh karena itu diperIukan estimasi variance
dengan menggunakan metode Maximum Likelihood (ML), metode Restricted
Maximum Likelihood (REML), dan Metode Prasad Rao.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh
dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas 2008) dan Potensi Desa (PODES
2008). Kedua data tersebut di-merge untuk mendapatkan variabel respon dan
variabel independen yang kemudian diuji korelasi antara variabel respon dengan
variabel indpenden yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel respon
dari 8 (delapan) variabel independen yang diduga berkorelasi temyata hasilnya
hanya 3 (tiga) variabel saja yang berkorelasi yaitu Proporsi jumlah keluarga yang
menggunakan listrik PLN, Proporsi jumlah laki-Iaki di desa, Proporsi jumlah
bangunan permanen dalam des a
Dari hasil pengolahan diperoleh nilai estimasi nilai A terbesar pad a
metode Maximum Likelihood yaitu sebesar 1,20319 sehingga nilai MSE
model juga besar dibandingkan dengan metode REML maupun metode Prasad
Rao yaitu sebesar 0,60031. Sedangkan nilai A yang menghasilkan MSE model
terkecil adalah metode Prasad Rao dengan nilai A dan MSE nya masing
masing 0,98419 dan 0,55419.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






