<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9902">
 <titleInfo>
  <title>ESTIMASI ANGKA PENGANGGURAN TINGKAT DESA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SMALL AREA ESTIMATION</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IMAM SETIA HARNOMO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Statistika Terapan,</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,;34 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam era otonomi daerah dibutuhkan suatu perencanaan dan &#13;
pengambilan kebijakan sampai level yang terkecil. Untuk itulah diperlukan suatu &#13;
mforrnasi yang rinci mengenai indikator pembangunan, tidak hanya untuk level &#13;
kabupatenlkota saja namun diharapkan sampai level desa. Badan Pusat Statistik &#13;
) sebagai penyedia statistic berkualitas diharapkan juga mampu menyediakan &#13;
&#13;
data sampai level yang terkecil. Namun untuk dapat menyediakan data sampai &#13;
&#13;
el terkecil dibutuhkan biaya dan waktu yang sangat besar. Small Area &#13;
imastion dapat mengatasi hal tersebut karena dapat menyediakan estimasi &#13;
karakteristik sampai level terkecil dengan dasar survey yang sudah ada. Metode &#13;
Emprical Best Linier Unbiased Prediction (EBLUP) merupakan metode yang &#13;
&#13;
OS cl: ~% ~Hi'''' ~ ~&quot;l ~'m'l&quot;'a·&quot;i:'Il::il1. ~-~ra111 n:: Jt&gt; aoa 0 ua ti pe &#13;
&#13;
c\\\\\ 't,~\&quot;\Y? \eve\ area atau fay Harriot Model dan EBLUP level unit &#13;
observasi. Namun permasalahan utama dalam EBLUP adalah tidak &#13;
diketahuinya nilai variance. Oleh karena itu diperIukan estimasi variance &#13;
dengan menggunakan metode Maximum Likelihood (ML), metode Restricted &#13;
Maximum Likelihood (REML), dan Metode Prasad Rao. &#13;
&#13;
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh &#13;
dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas 2008) dan Potensi Desa (PODES &#13;
2008). Kedua data tersebut di-merge untuk mendapatkan variabel respon dan &#13;
variabel independen yang kemudian diuji korelasi antara variabel respon dengan &#13;
variabel indpenden yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel respon &#13;
dari 8 (delapan) variabel independen yang diduga berkorelasi temyata hasilnya &#13;
hanya 3 (tiga) variabel saja yang berkorelasi yaitu Proporsi jumlah keluarga yang &#13;
menggunakan listrik PLN, Proporsi jumlah laki-Iaki di desa, Proporsi jumlah &#13;
bangunan permanen dalam des a &#13;
&#13;
Dari hasil pengolahan diperoleh nilai estimasi nilai A terbesar pad a &#13;
metode Maximum Likelihood yaitu sebesar 1,20319 sehingga nilai MSE &#13;
model juga besar dibandingkan dengan metode REML maupun metode Prasad &#13;
Rao yaitu sebesar 0,60031. Sedangkan nilai A yang menghasilkan MSE model &#13;
terkecil adalah metode Prasad Rao dengan nilai A dan MSE nya masing­ &#13;
masing 0,98419 dan 0,55419. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">IMAM SETIA HARNOMO</note>
 <subject authority="">
  <topic>Small area estimation, Fay Hariot   Model,EBLUP,Es</topic>
 </subject>
 <classification>362.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>362.5 Har e/R.14.4</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700094</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.4)</sublocation>
    <shelfLocator>362.5 Har e/R.14.4</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9902</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-05-15 09:54:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>