Detail Cantuman

Image of KETERGANTUNGAN  DAN MODEL PELIBATAN MASYARAKAT UNTUK PENGEMBANGAN  TAMAN WISATA ALAM  SICIKEH-CIKE (Studi Kasus Di Desa Lae Hole II, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi)

 

KETERGANTUNGAN DAN MODEL PELIBATAN MASYARAKAT UNTUK PENGEMBANGAN TAMAN WISATA ALAM SICIKEH-CIKE (Studi Kasus Di Desa Lae Hole II, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi)


KETERGANTUNGAN DAN MODEL PELmATAN MASYARAKAT
UNTUK PENGEMBANGAN TAMAN WISATA ALAM SICIKEH-CIKE
(Studi Kasus Di Desa Lae Hole IT, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700460333.7 Dew k/R.25.39Perpustakaan Pusat (REF.39)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Dew k/R.25.39
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;132 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Dew k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KETERGANTUNGAN DAN MODEL PELmATAN MASYARAKAT
    UNTUK PENGEMBANGAN TAMAN WISATA ALAM SICIKEH-CIKE
    (Studi Kasus Di Desa Lae Hole IT, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi)

    ABSTRAK

    Penelitian ini didasarkan pada pentingnya melibatkan masyarakat dalam
    pengelolaan kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana
    ketergantungan masyarakat sekitar terhadap kawasan TW A Sicikeh-cikeh dan
    bagaimana arahan model pelibatan masyarakat yang cocok dalam perencanaan dan
    pengembangan TW A Sicikeh-cike, Metode penelitian yang digunakan adalah
    kombinasi metode kualitatif dan metode kuantitatif.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan masyarakat Desa Lae
    Hole II secara umum terdiri dari ketergantungan terhadap hasil hut an secara langsung
    (kayu, kemenyan, tanaman obat, rotan dan anggrek) dan ketergantungan terhadap
    manfaat hutan tidak langsung (fungsi ekologi dan fungsi sosial hutan).
    Ketergantungan masyarakat Desa Lae Hole 11 terhadap hasil hutan secara langsung
    tersebut sangat rendah, hal ini disebabkan karena dari 5 jenis hasil hutan yang
    dimanfaatkan hanya satu jenis yaitu kemenyan yang memberikan kontribusi terhadap
    pendapatan rumah tangga, sedangkan yang lainnya hanya untuk komsumsi sendiri.
    Ketergantungan masyarakat terhadap fungsi ekologis hutan yaitu masyarakat Desa
    Lae Hole 11 menggunakan air yang berasal dari TW A Sicike-cike untuk mandi,
    mencuci dan air irigasi ke ladang masyarakat. Ketergantungan masyarakat terhadap
    fungsi sosial hutan dimana hutan digunakan sebagai tempat berziarah. Model
    pelibatan masyarakat yang cocok untuk diterapkan dalam perencanaan dan
    pengembangan TW A Sicikeh-cikeh adalah model pengelolaan bersama masyarakat
    Desa Lae Hole 11 dimana masyarakat Desa Lae Hole 11 tetap yang akan menjadi
    pelaku utama dalam perencanaan dan pengembangan TW A Sicikeh-cike.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi