KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BAKU MUTU LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL DI KABUPATEN PEKALONGAN
KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BAKU MUTU LIMBAH CAIR
INDUSTRI TEKSTIL
DIKABUPATENPEKALONGAN
ABSTRAK
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110700174 628.36 Pra k/R.25.304 Perpustakaan Pusat (REF.304) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 628.36 Pra k/R.25.304Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xv,;114 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 628.36 Pra kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Pratomo -
KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BAKU MUTU LIMBAH CAIR
INDUSTRI TEKSTIL
DIKABUPATENPEKALONGAN
ABSTRAK
Kebijakan baku mutu limbah cair industri tekstil dimaksudkan untuk
mengendalikan beban pencemaran yang berasal dari sumbemya yaitu industri
tekstil. Walaupun kebijakan tersebut sudah diimplementasikan tetapi pencemaran
masih tetap tinggi. Hal ini disebabkan sebagian besar industri tekstil tidak
melakukan pengolahan limbah caimya dengan baik atau banyak industri yang
tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk
mencari faktor yang paling berpengaruh terhadap belum efektifuya implementasi
kebijakan baku mutu limbah cair industri tekstil di Kabupaten Pekalongan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Metode
kuantitatif digunakan untuk menguji faktor yang mempengaruhi implementasi
kebijakan, yaitu faktor karakteristik masalah, faktor karakteristik kebijakan, dan
faktor lingkungan. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh masing-masing faktor
digunakan analisis statistik regresi linier berganda. Data kuantitatif diperoleh
dengan menggunakan instrumen kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karakteristik masalah, faktor
karakteristik kebijakan dan faktor lingkungan berpengaruh secara nyata terhadap
implementasi kebijakan baku mutu limbah cair industri tekstil. Faktor
karakteristik kebijakan memiliki pengaruh terbesar terhadap implementasi
kebijakan yaitu 48,9%. Dimensi dari faktor karakteristik kebijakan yaitu faktor
alokasi sumber daya fmansial memiliki nilai rata-rata tertinggi 4,50 dari total
tanggapan responden.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






