<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9809">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIDIN SAEPUDIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;193 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) harus dilakukan secara objektif, &#13;
berkeadilan, dan akuntabel. Hal ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di &#13;
sekolah-sekolah. Akan tetapi, kenyataannya pelaksanaan UN ada masalah­ &#13;
masalah yang harus dihadapi oleh pelaksana pendidikan di tingkat kota, sub &#13;
rayon, satuan pendidikan dan ruang ujian. Oleh sebab itu, harus adanya sistem &#13;
pengawasan yang objektif, berkeadilan dan jujur. &#13;
&#13;
Masalahnya adalah Bagaimana Sistern Pengawasan Ujian Nasional &#13;
Sekolah Menengah Atas. Adapun tujuannya untuk mengetahui, menganaiisis: &#13;
&#13;
Sistem Pengawasan Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas di Sub Rayon &#13;
Bandung Barat Kota Bandung Tahun Pelajaran 201112012. &#13;
&#13;
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari Weihrich &#13;
(1990: 196-197) yang menyatakan bahwa proses dasar pengendalian, dirnanapun &#13;
penerapannya atau apa saja yang diawasi, meliputi tiga langkah: (l) menetapkan &#13;
standar, (2) rnengukur prestasi kerja, (3) memperbaiki dan mengoreksi &#13;
penyimpangan yang tidak dikehendaki dari standar dan perencanaan. Metoda &#13;
yang digunakan Berdasarkan karakteristik tujuan penelitian yang ingin dicapai, &#13;
maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian &#13;
kualitatif dipandang paling sesuai dengan tujuan penelitian ini. Metode ini, maka &#13;
informasi yang didapatkan lebih lengkap, mendalam dan dapat dipercaya. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini adalah Pertama, sistem pengawasan dilakukan mulai &#13;
rayon Kota Bandung, Sub Rayon, Satuan Pendidikan, dan Ruangan sudah berjalan &#13;
sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Kedua, pengawasan yang dilakukan oleh &#13;
TPI tingkat Kota Bandung bel urn menyentuh masalah subtansial barn menyangkut &#13;
masalah adminsitratif. Hal ini terlihat karena pengawas dibatasi oleh proscdur­ &#13;
prosedur yang baku. Perosedur tersebut dilakukan dan dibuat oleh pemerintah &#13;
pusat melalui BSNP. Hal ini belum mengawasi masalah penggandaan soal-soal &#13;
UN, pengawasan diluar peiaksanaan UN yang melibatkan media massa, Ketiga, &#13;
pengawasan yang dilakukan oleh pengawas silang/pengawas ruang yang &#13;
dilakukan selama ini rnasih dibatasi oleh 'kekuasaan' kepala sekolah melalui K3S &#13;
di Sub Rayon Bandung Barat, yang membatasi laporan pengawas ruang kepada &#13;
media atau pemerintah terhadap kecurangan-kecurangan yang ada di sekolah. &#13;
Keempat, kecurangan ini adalah sebagai sebuah sistem mulai dari kepala sekolah, &#13;
panitia UN, Guru mata pelajaran dan siswa sebagai peserta UN untuk berusaha &#13;
meluluskan peserta didik lulus UN 100%. Kesimpulan Sistem Pengawasan &#13;
tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengawas Independen (TPI) dari tingkat Rayon &#13;
Kota bandung, Sub Rayon, dan Tingkat Satuan Pendidikan dan ruang ujian oleh &#13;
pengawas silang yang berasal dari sekolah-sekolah sudah sesuai dengan prosedur &#13;
yang ditetapkan. Pengawasan yang dilakukan oleh TPI masih sebatas adminsitratif &#13;
belum menyentuh masalah substantif, yaitu pengukuran kualitas peserta didik &#13;
yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL).</note>
 <note type="statement of responsibility">DIDIN SAEPUDIN</note>
 <classification>374.006 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>374.006 8/R.17.201</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700196</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.201)</sublocation>
    <shelfLocator>374.006 8/R.17.201</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9809</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-16 12:28:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>