Detail Cantuman

Image of PENGARUH PEMANFAATAN BEKAS TAMBANG BAWAH TANAH SEBAGAI OBJEK WISATA TERHADAP ASPEK LINGKUNGAN (Studi Kasus Lubang Mbah Suro di Kota Sawahlunto)

 

PENGARUH PEMANFAATAN BEKAS TAMBANG BAWAH TANAH SEBAGAI OBJEK WISATA TERHADAP ASPEK LINGKUNGAN (Studi Kasus Lubang Mbah Suro di Kota Sawahlunto)


PENGARUH PEMANFAAT AN BEKAS T AMBANG BA W AH
TANAH SEBAGAI OBJEK WISATA TERHADAP
ASPEK LINGKUNGAN

(Studi Kasus Lubang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700461333.7 Set P/R.25.130Perpustakaan Pusat (REF.130)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Set P/R.25.130
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;154 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Set p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGARUH PEMANFAAT AN BEKAS T AMBANG BA W AH
    TANAH SEBAGAI OBJEK WISATA TERHADAP
    ASPEK LINGKUNGAN

    (Studi Kasus Lubang Mbah Suro di Kota Sawahlunto)

    ABSTRAK

    Pemerintah Kota Sawahlunto telah berupaya mengatasi permasalahan
    sosial-ekonomi dan kerusakan ekologi akibat terhentinya aktifitas pertambangan
    dengan mengembangkan konsep wisata tambang. Kota Sawahlunto memiliki
    tapak penambangan berupa lubang dan lorong-lorong bawah tanah. Salah satunya
    adalah Lubang Mbah Suro yang telah dibuka kembali menjadi objek wisata pada
    tahun 2007. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
    pemanfaatan bekas tambang bawah tanah "Lubang Mbah Sure' sebagai objek
    wisata di Kota Sawahlunto ditinjau dari aspek lingkungan setelah berjalan selama
    lima tahun.

    Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara metode
    kuantitatif dan kualitatif. Penelitian tentang pengaruh pemanfaatan Lubang Mbah
    Suro sebagai objek wisata dilakukan dengan metode gabungan dimana data
    kuantitatif dan kualitatif saling melengkapi. Identifikasi faktor-faktor yang
    mempengaruhi dan penentuan strategi pengembangan Lubang Mbah Suro sebagai
    objek wisata menggunakan metode penelitian kualitatif sedangkan data kuantitatif
    digunakan sebagai pendukung penelitian. Analisis SWOT digunakan untuk
    merumuskan strategi pengembangan Lubang Mbah Suro.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam skala ordinal pengaruh
    pemanfaatan Lubang Mbah Suro sebagai objek wisata tcrhadap aspek lingkungan
    secara umum adalah baik. Pengaruh baik ini terutama terhadap kondisi ekologis
    dan sosial budaya tetapi relatif sedikit pengaruhnya terhadap kondisi ekonomi.
    Identifikasi faktor internal utama yang mendukung pengembangan Lubang Mbah
    Suro adalah potensi daya tariknya yang tinggi sedangkan penghambat utamanya
    adalah biaya operasional dan pengembangannya yang tinggi. Faktor eksternal
    utama yang mendukung adalah prasarana dan sarana penunjang wisata sedangkan
    penghambat utamanya adalah kurang optimalnya biro-biro wisata dalam
    mengemas program wisata. Berdasarkan analisa tersebut, strategi utama untuk
    pengembangan objek wisata Lubang Mbah Suro adalah dengan pembenahan diri
    yaitu melakukan pengembangan terowongan dengan memanfaatkan kerjasama
    yang telah berjalan baik dan mengoptimalkan penyebaran media promosi pada
    setiap event wisata dan objek wisata di Kota Sawahlunto.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi