<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9803">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMANFAATAN BEKAS TAMBANG BAWAH TANAH SEBAGAI OBJEK WISATA TERHADAP ASPEK LINGKUNGAN (Studi Kasus Lubang Mbah Suro di Kota Sawahlunto)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HANDOKO SETIADJI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiii,;154 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGARUH PEMANFAAT AN BEKAS T AMBANG BA W AH &#13;
TANAH SEBAGAI OBJEK WISATA TERHADAP &#13;
ASPEK LINGKUNGAN &#13;
&#13;
(Studi Kasus Lubang Mbah Suro di Kota Sawahlunto) &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Pemerintah Kota Sawahlunto telah berupaya mengatasi permasalahan &#13;
sosial-ekonomi dan kerusakan ekologi akibat terhentinya aktifitas pertambangan &#13;
dengan mengembangkan konsep wisata tambang. Kota Sawahlunto memiliki &#13;
tapak penambangan berupa lubang dan lorong-lorong bawah tanah. Salah satunya &#13;
adalah Lubang Mbah Suro yang telah dibuka kembali menjadi objek wisata pada &#13;
tahun 2007. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh &#13;
pemanfaatan bekas tambang bawah tanah &quot;Lubang Mbah Sure' sebagai objek &#13;
wisata di Kota Sawahlunto ditinjau dari aspek lingkungan setelah berjalan selama &#13;
lima tahun. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara metode &#13;
kuantitatif dan kualitatif. Penelitian tentang pengaruh pemanfaatan Lubang Mbah &#13;
Suro sebagai objek wisata dilakukan dengan metode gabungan dimana data &#13;
kuantitatif dan kualitatif saling melengkapi. Identifikasi faktor-faktor yang &#13;
mempengaruhi dan penentuan strategi pengembangan Lubang Mbah Suro sebagai &#13;
objek wisata menggunakan metode penelitian kualitatif sedangkan data kuantitatif &#13;
digunakan sebagai pendukung penelitian. Analisis SWOT digunakan untuk &#13;
merumuskan strategi pengembangan Lubang Mbah Suro. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam skala ordinal pengaruh &#13;
pemanfaatan Lubang Mbah Suro sebagai objek wisata tcrhadap aspek lingkungan &#13;
secara umum adalah baik. Pengaruh baik ini terutama terhadap kondisi ekologis &#13;
dan sosial budaya tetapi relatif sedikit pengaruhnya terhadap kondisi ekonomi. &#13;
Identifikasi faktor internal utama yang mendukung pengembangan Lubang Mbah &#13;
Suro adalah potensi daya tariknya yang tinggi sedangkan penghambat utamanya &#13;
adalah biaya operasional dan pengembangannya yang tinggi. Faktor eksternal &#13;
utama yang mendukung adalah prasarana dan sarana penunjang wisata sedangkan &#13;
penghambat utamanya adalah kurang optimalnya biro-biro wisata dalam &#13;
mengemas program wisata. Berdasarkan analisa tersebut, strategi utama untuk &#13;
pengembangan objek wisata Lubang Mbah Suro adalah dengan pembenahan diri &#13;
yaitu melakukan pengembangan terowongan dengan memanfaatkan kerjasama &#13;
yang telah berjalan baik dan mengoptimalkan penyebaran media promosi pada &#13;
setiap event wisata dan objek wisata di Kota Sawahlunto.</note>
 <note type="statement of responsibility">HANDOKO SETIADJI</note>
 <subject authority="">
  <topic>dampak wisata, wisata tambang, pascatambang, penge</topic>
 </subject>
 <classification>333.7 Set p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Set P/R.25.130</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700461</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.130)</sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Set P/R.25.130</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9803</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-07 10:13:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>