PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS AIR PADA BEBERAPA TITIK MATA AIR DI KARS CITATAH (Studi Kasus Desa Gunungmasigit, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat)
Penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap kualitas dan kuantitas air dari
mata air di kawasan kars telah dilakukan pada bulan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120700259 551.525 Per p/r.25.228 Perpustakaan Pusat (REF.228) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 551.525 Per p/r.25.228Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiv,;128 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 551.525 Per pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Iis Permanawati -
Penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap kualitas dan kuantitas air dari
mata air di kawasan kars telah dilakukan pada bulan April-Juni 2012. Kars
memiliki hidrogeologi unik karena memiliki zona subkutan yang dapat
menyimpan air, juga rentan terhadap pencemaran. Jika bagian atas permukaan
mengalami gangguan maka bagian bawah permukaannya pun akan terganggu.
Desa Gunungmasigit memiliki rnata air kars yang masih dimanfaatkan oleh
masyarakat. Di sisi lain, kegiatan pembukaan lahan terus berkembang di kawasan
kars. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai
kualitas dan kuantitas air pada mata air di kawasan kars, persepsi masyarakat
pengguna air pada mata air, serta membuat strategi pengelolaan kualitas dan
kuantitas air yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Objek dalam penelitian ini
ialah kualitas dan kuantitas mata air di kars Citatah. Metode yang digunakan
merupakan gabungan antara kuantitatif (pengukuran di laboratorium dan
wawancara terstruktur) dan kualitatif (wawancara semi terstruktur). Hasil
penelitian menunjukkan mata air mengandung nilai rata-rata yang tinggi untuk
kekeruhan dan Ferrum (di mata air Cilio), Mangan (di mata air Gunung
Guhapawon), koliform, fekal koliform, kesadahan yang tergolong sadahlkeras;
kualitas air yang terbatas saat musim kemarau. Menurut persepsi masyarakat, air
pada mata air memiliki kualitas yang baik (dari 85% responden) dan kuantitas
aimya mencukupi (dari 99% responden). Terdapat indikasi terjadinya mispersepsi
karena tidak ada sinkronitas antara apa yang dipersepsikan dengan stimulus atau
obyek sebenamya. Strategi pengelolaan kualitas air dan kuantitas air yang dapat
dilakukan oleh masyarakat dalam mengatasi permasalahan kualitas air dan
kuantitas air ialah pendekatan teknik dan sosial (kemasyarakatan), baik di daerah
hulu maupun hilir.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






