KAJIAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KEGIATAN PARIWISATA ALAM DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besamya daya dukung
lingkungan kegiatan pariwisata di Kawasan Wisata Bantimurung Taman ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120700451 333.7 Sul k/R.25.144 Perpustakaan Pusat (REF.144) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 333.7 Sul k/R.25.144Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiv,;140 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 333.7 Sul kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab SULASTRININGSIH DEWI -
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besamya daya dukung
lingkungan kegiatan pariwisata di Kawasan Wisata Bantimurung Taman Nasional
Bantimurung Bulusaraung dan menyusun strategi pengembangannya. Metode
yang digunakan untuk mengetahui daya dukung adalah Cifuentes (1992) yang
termodifikasi yaitu dengan menghitung daya dukung fisik, daya dukung riil dan
daya dukung efektif, sedangkan analisis SWOT digunakan untuk menyusun
trategi Perhitungan daya dukung dilakukan di 4 (empat) obyek utama di
kawasan ini. Hasil penelitian menunjukan daya dukung efektif di area air terjun
dan sekitarnya adalah 7.248 orang/hari, penangkaran kupu-kupu sebanyak 1.482
orangfhari, Gua Batu sebanyak 720 orang/hari dan di Gua Mimpi sebanyak 271
orangfhari. Jumlah tersebut merupakan jumlah optimum wisatawan yang
diperkenankan berdasarkan karakteristik masing-masing obyek. Jumlah ini dapat
terlampaui pada akhir pekan dan hari libur, hasil kajian menunjukan dalam
setahun jumlah wisatawan yang berkunjung di area air terjun melebihi daya
dukung efektif sebesar 4,25%. Walaupun prosentase teriampauinya daya dukung
masih kecil namun jumlah kunjungan per hari pada suatu obyek dapat
menimbulkan dampak tertentu. Strategi pengembangan wisata dilakukan dengan
mengoptimalisasi kondisi eksisting kawasan yaitu dengan menmbah atraksi
kegiatan wisata dengan melibatkan stakeholder, meningkatan kapasitas sumber
daya manusia, penataan kawasan komersial dan pengembangan potensi obyek
wisata lainnya. Arah pengembangan dilakukan di kawasan penunjang di luar area
isata -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






