Detail Cantuman

Image of KOMUNIKASI TERAPEUTIK KONSELOR DALAM MENANGANI ORANG DENGAN LUPUS (ODAPUS) (Studi Kasus Di Syamsi Dhuha Foundation Bandung)

 

KOMUNIKASI TERAPEUTIK KONSELOR DALAM MENANGANI ORANG DENGAN LUPUS (ODAPUS) (Studi Kasus Di Syamsi Dhuha Foundation Bandung)


KOMUNlKASI TERAPEUTIK KONSELOR DALAM MENANGANI
ORANG DENGAN LUPUS (ODAPUS)

(Studi Kasus di Syamsi Dhuha Foundation Bandung) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0100112070030302.2 Mei k/R.21.121Perpustakaan Pusat (REF.121)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Mei k/R.21.121
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    v, 219 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Mei k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KOMUNlKASI TERAPEUTIK KONSELOR DALAM MENANGANI
    ORANG DENGAN LUPUS (ODAPUS)

    (Studi Kasus di Syamsi Dhuha Foundation Bandung)

    ABSTRAK

    Lupus merupakan penyakit baru yang mematikan setara kanker. Tidak
    sedikit penyandang penyakit ini tidak tertolong lagi. Selain rentan terhadap
    gangguan fisik, Lupus juga rentan terhadap gangguan psikologis. Oleh karena itu,
    konse1ing yang menerapkan prinsip komunikasi terapeutik akan sangat berguna
    dalam membantu penyandang Lupus dalam melewati masa-masa krisis dalam
    kehidupan, serta membantu mereka untuk hidup dengan Lupus.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana proses
    komunikasi terapeutik .konselor dalam menangani Orang Dengan Lupus
    (ODAPUS). Bagaimana penggunaan simbol dalam komunikasi terapeutik
    konse1or dan ODAPUS, Bagaimana keterampilan komunikasi konselor dalam
    komunikasi terapeutik dengan ODAPUS, dan Bagaimana model komunikasi
    yang terbentuk dari komunikasi terapeutik konselor dengan ODAPUS. Adapun
    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan
    pendekatan studi kasus untuk mengetahui bagaimana proses dan model
    komunikasi terapeutik konselor dalam menangani ODAPUS. Informan dari
    penelitian ini yaitu konselor yayasan Syamsi Dhuha Bandung sebanyak 5 orang.

    Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa komunikasi terapeutik yang
    dilakukan oleh konselor dan ODAPUS yang tergabung di Yayasan Syamsi Dhuha
    Bandung melibatkan penggunaan simbol verbal dan non verbal. Simbol verbal
    dapat berupa bahasa dan istilah yang digunakan sedangkan isyarat nonverbal yaitu
    bahasa tubuh yang ditunjukkan dengan meneondongkan tubuh, menganggukkan
    kepala, mengemyitkan alis, melakukan kontak mata, serta menunjukkan mimik
    wajah yang serius. Sentuhan diberikan dengan eara menggenggam tangan,
    membelai rambut, serta mengelus punggung. J arak selama berbineang selalu
    dekat, eara mereka berbieara disesuaikan dengan keadaan yaitu menggunakan
    intonasi dan nada yang rendah, volume yang sedang dan keeepatan yang lambat,
    hingga pakaian dan aksesori yang digunakah pun tidak terlalu meneolok keeuali
    sedang berada di luar ruangan yaitu menambahkan penggunaan aksesori seperti
    kaca mata hitam dan payung. Sedangkan keterampilan yang dimiliki konselor
    dalam menangani ODAPUS yaitu mau meneeritakan pengalaman dan kehidupan
    pribadi, menerima kritik dan saran, tidak membatasi topik pembiearaan,

    . memberikan solusi dan nasihat positif, menyampaikan pesan kebaikan,
    menunjukkan sikap tenang, tidak pemah memaksakan pendapat, dan tidak
    memotong pembiearaan ODAPUS.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi