EFEKTIVITAS TREATMENT SELF-MANAGEMENT SKILL UNTUK MENGATASI PROKRASTINASI PADA MAHASISWA
Devy Puspitorini Tri Raharjo. Efektivitas Treatment Self-Management Skill
Untuk Mengatasi Prokrastinasi Pad a Mahasiswa.
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 101001120700442 150 rah e/R.19.2 Perpustakaan Pusat (REF.19.2) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 150 rah e/R.19.2Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiv, 200 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 150 rah eTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Devy Puspitorini Tri Raharjo -
Devy Puspitorini Tri Raharjo. Efektivitas Treatment Self-Management Skill
Untuk Mengatasi Prokrastinasi Pad a Mahasiswa.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti dengan
menyebarkan angket kepada 30 orang mahasiswa angkatan VII Magister Profesi
Psikologi UNP AD, diperoleh informasi bahwa para mahasiswa angkatan VII
memiliki kecenderungan untuk menunda, ketika akan memulai atau
menyelesaikan tugas. Tugas yang paling banyak ditunda ialah membuat laporan
dan mengerjakan Usulan Penelitian. Peneliti memfokuskan penelitian ini pad a
Usulan Penelitian karena mereka diharapkan dapat melaksanakan Seminar UP di
akhir semester 5. Alasan yang paling banyak dikemukakan oleh responden yang
suka menunda mengerjakan UP adalah: mal as, sedang tidak mood, dan merasa
masih memiliki banyak waktu. Upaya-upaya yang pemah responden lakukan
untuk menghentikan perilaku menunda, tampaknya belum dapat berjalan secara
efektif. Dari data yang diperoleh, peneliti melihat adanya keterkaitan antara
perilaku menunda dengan kemampuan manajemen diri responden. Oleh karena
itu, peneliti ingin melihat efektivitas treatment self-management skill untuk
mengatasi prokrastinasi pada responden.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empirik tentang
efektivitas pemberian treatment self-management skiff untuk mengatasi
prokrastinasi pada mahasiswa.
Menurut Milgram (1991, dalam Ferrari, Johnson, & McCown, 1995: 11)
prokrastinasi memiliki empat komponen, yaitu: (1) suatu rangkaian perilaku
penundaan, (2) menghasilkan perilaku di bawah standar, (3) melakukan aktivitas
lain sehingga mengabaikan tugas yang dipandang penting untuk dilaksanakan oleh
prokrastinator, (4) menyebabkan kondisi kekecewaan. Sedangkan self
management menurut Corey (2005) adalah salah satu jenis treatment behavioral
dengan sasaran perubahan diri (self change), serta cenderung meningkatkan
keterlibatan dan komitmen pada aktivitas treatment yang dilakukan.
Evaluasi terhadap treatment self-management skiff yang diberikan kepada
ketiga responden, menunjukkan bahwa treatment tersebut efektif untuk
menurunkan frekuensi prokrastinasi akademik pada ketiga responden. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






