Detail Cantuman

Image of EFEKTIFITAS COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) TERHADAP PERUBAHAN ILLNESS COGNITIONS PADA PASIEN STOMA

 

EFEKTIFITAS COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) TERHADAP PERUBAHAN ILLNESS COGNITIONS PADA PASIEN STOMA


Illness cognitions pasien stoma merupakan salah satu aspek psikologis yang perlu
diperhatikan pada proses adaptasi fungsi fisik dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700190153 rac e/R.19.15Perpustakaan Pusat (REF.19.15)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    153 rac e/R.19.15
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 219 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    153 rac e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Illness cognitions pasien stoma merupakan salah satu aspek psikologis yang perlu
    diperhatikan pada proses adaptasi fungsi fisik dan psikologis setelah menjalani
    operasi. Pasien yang memiliki illness cognitions yang negatif akan memiliki
    penghayatan, pemahaman dan keyakinan tentang stomanya yang tidak baik. Hal
    ini akan berdampak pada pengontrolan yang kurang baik, pemahaman terhadap
    konsekuensi yang tidak baik, mengalami kesulitan menanggulangi masalah yang
    dihadapinya yang merupakan dampak dari stomanya.

    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi CBT (Cognitive Behaviour
    Therapy) guna meningkatkan illness cognitions menjadi lebih positif pada pasien
    stoma. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang pasien stoma. Subjek
    pertama berusia 19 tahun, dan berusia 22 tahun. Penelitian ini menggunakan
    metode kuasi eksperimen dengan rancangan the one group pretest-posttest design.
    Illness cognitions di ukur dengan menggunakan skala The Revised Illness
    Perception Questionnaire (IPQ-R) yang dikembangkan Rona Moss-Morris yang
    diadaptasi ke Bahasa Indonesia. IPQ-R mengukur lima aspek yaitu: identity,
    cause, timeline (acute/ chronic, cyclical), consequences (consequences, emotional
    representation), dan control! cure (personal control, treatment control, illness
    coherence). Intervensi CBT dilakukan dengan tujuh sesi, yaitu : psikoedukasi,
    identifikasi irrational thought & belief, merubah irrational thought & belief, goals
    setting, behavioral activation, problem solving, relaps & terminations.

    Sehubungan dengan kecilnya jumlah sampel, dilihat secara statistik hasil
    penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara illness cognitions
    saat pretest dan posttest pada kedua subjek penelitian. Namun dari analisis
    kualitatif hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada beberapa aspek
    illness cognitions yaitu peningkatan pada aspek cure/ control, dan penurunan pada
    aspek timeline, consequences, cause.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi