<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9739">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN PERKOTAAN OLEH TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN KOTA (TKPK) DI KOTA BANDUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAHADI HUMAEDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>viii,;173 hlm,;29,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pennasalahan mengenai kemiskinan menjadi permasalahan yang &#13;
&#13;
multidimensi, berbagai upaya oleh pemerintah telah dilakukan guna menanggulangi &#13;
kemiskinan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengeluarkan Kebijakan &#13;
Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan. Kebijakan dalam menanggulangi &#13;
kemiskinan ini merupakan kebijakan pusat yang kernudian diterjemahkan pada level &#13;
propinsi dan kotalkabupaten. Dalam implementasinya. ban yak variabel yang &#13;
mempengaruhi kebijakan tersebut, sehingga berdampak pada proses maupun output &#13;
kebijakan itu sendiri. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji mengenai &#13;
&quot;Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan Oleh Tim &#13;
Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota (TKPK) Di Kota Bandung&quot;, &#13;
berdasarkan konsep impelementasi kebijakan oleh Mazmanian dan Sabatier &#13;
menjelaskan tiga variabel dalarn implementasi kebijakan, yaitu (1) Mudah Tidaknya &#13;
Masalah Dikendalikan, (2) Kemampuan Kebijakan Menstrukturkan Proses &#13;
Implementasi, (3) Variabel Diluar Undang-Undang Yang Mempengaruhi &#13;
Implementasi. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif Analisis data menggunakan &#13;
analisis data kualitatif, sebab peneliti mengumpulkan data kualitatif yang &#13;
dikumpulkan dari hasil wawancara mendalam dengan inform an yang terdiri dari &#13;
para anggota Tim Koordinasi Penanngulangan Kemiskinan Kota Bandung, serta &#13;
Koordinator Fasilitator Kota Bandung. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mudah tidaknya masalah untuk &#13;
dikendalikan dalam mengimplementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan &#13;
perkotaan ditandai dengan adanya kesukaran-kesukaran teknis yang kerap ditemui &#13;
dalam implementasi kebijakan tersebut, seperti masih rendahnya kesadaran para &#13;
peJaku (target group) sebagai penerima manfaat kebijakan ini, dan oleh karena itu &#13;
kegiatan dalam kebijakan ini lebih diarahkan pada pembangunan-pembangunan fisik &#13;
seperti mengaspal jalan, renovasi MCK Umum, pembangunan sarana kesehatan &#13;
umum dan sebagainya. Kemampuan kebijakan untuk menstrukturkan proses &#13;
implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan perkotaan sangat berpengaruh &#13;
untuk kelancaran dalam pelaksanaan berbagai program atau proyek. Sejauh ini &#13;
TKPK merupakan tim gabungan yang terdiri dari SKPD-SKPD, tentunya dengan &#13;
berbagai dukungan baik berupa kewenangan ataupun sumber-sumber yang dapat &#13;
digunakan. Sementara variabel di luar undang-undang yang dapat mempengaruhi &#13;
implementasi kebijakan pengentasan kemiskinan perkotaan di Kota Bandung di &#13;
antaranya adalah dukungan publik yang cukup besar, dirasakan bahwa dukungan &#13;
publik terutama dari masayarakat luas tidak hanya terbatas pada kalangan tertentu &#13;
saja misalkan dari tokoh masyarakat, sementara untuk mendapat dukungan dari &#13;
masyarakat secara luas diperlukan sosialisasi secara simultan. Faktor lainnya adalah &#13;
sumber-sumber yang dimiliki oleh target group memiliki nilai potensi yang tidak &#13;
sama untuk masing-masing wilayah, sehingga diperlukan strategi dalam menjalin &#13;
kerjasama dengan berbagai pihak terutama dengan pihak swasta sebagai wujud dari &#13;
kemandirian masyarakat dengan cara bermitra dengan lembaga swasta. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">SAHADI HUMAEDI</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pennasalahan mengenai kemiskinan menjadi permasala</topic>
 </subject>
 <classification>362.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>362.5 Hum i/R.17.196</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120700254</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.196)</sublocation>
    <shelfLocator>362.5 Hum i/R.17.196</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9739</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-02 09:39:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>