Detail Cantuman

Image of KAJIAN POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT DESA (Studi Kasus Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Jawa Timur)

 

KAJIAN POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT DESA (Studi Kasus Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Jawa Timur)


KAJIAN POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT DESA

(STUDI KASUS DI DESA KREBET KECAMATAN JAMB ON
KABUPATEN PONOROGO)

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700104307.72 Ibr k/R.25.6Perpustakaan Pusat (REF.6)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    307.72 Ibr k/R.25.6
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;128 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    307.72 Ibr k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KAJIAN POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT DESA

    (STUDI KASUS DI DESA KREBET KECAMATAN JAMB ON
    KABUPATEN PONOROGO)

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pennukiman masyarakat
    desa. Adapun hal-hal yang dikaji adalah mengenai pola pennukiman, faktor
    pembentuk pola pennukiman, sikap/perilaku masyarakat yang mendiarni
    lingkungan pennukiman berdasarkan wawasan lingkungan yang mereka miliki,
    dan keberlanjutan lingkungan pennukiman itu sendiri. Penelitian ini
    menggunakan pendekatan mix-method, dimana data kualitatif diperoleh untuk
    mengkaji pola pennukiman yang dimiliki suatu desa, sedangkan kuantitatif
    diperoleh untuk menjawab faktor yang membentuk pola pennukiman hingga
    keberlanjutan lingkungan pennukiman. Penelitian ini dilakukan di Desa Krebet
    Kec. Jambon Kab. Ponorogo. Adapun pemilihan wilayah ini adalah dikarenakan
    wilayah tersebut memiliki sifat/ciri khusus dimana terdapat masyarakat yang
    mengidap keterbelakangan mental maupun fisik. Dari perbedaan sifat itulah, perlu
    dikaji mengenai keberlanjutan lingkungan yang didiami oleh masyarakat di Desa
    Krebet dengan bertujuan agar lingkungan pennukimannya menjadi lebih
    berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) melalui .
    wawasan lingkungan.

    Hasil penelitian menunjukan adanya dua pola pennukiman yang dimiliki
    oleh Desa Krebet, yaitu pola cluster dan linear. Pola cluster dibentuk berdasarkan
    adanya faktor sosial budaya dimana prinsip mangan ora mangan sing penting
    ngumpul menjadi faktor penentu keberadaan masyarakat Desa Krebet pada pola
    cluster, sedangkan pola linear dibentuk berdasarkan faktor kebutuhan ekonomi
    masyarakat yang saling menggantungkan dan faktor lain penentu. Kemudian jika
    dikaji dari segi masyarakat, Desa Krebet 65,56% masih belum memiliki konsep
    pengetahuan mendalam mengenai lingkungan pennukiman berkelanjutan,
    sehingga secara kuantitatif lingkungan pennukiman di Desa Krebet masih belum
    berkelanjutan. Status keberianjutan lingkungan pennukiman pada pola cluster
    adalah 58,61% dengan kategori tidak berkelanjutan, sedangkan pada pola
    permukiman linear berada pada 59,21%. Dengan angka tersebut, pola
    permukiman linear dapat dikatakan lebih berkelanjutan jika dibandingkan dengan
    pola permukiman cluster.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi