<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9650">
 <titleInfo>
  <title>PREDIKSI POTENSI DISTRIBUSI SAGU DENGAN MAXIMUM ENTROPY (MAXENT) MODEL DI SULAWESI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRI EEN HARTATIK</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiii,;70 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sagu merupakan salah satu tanaman di Asia Tenggara yang penting dari segi &#13;
sosial maupun ekonomi, sagu juga merupakan salah satu tanaman yang potensial &#13;
sebagai sumber makanan dan energi. Untuk memanfaatkan sagu, upaya budidaya &#13;
perlu dilakukan dan prediksi area yang sesuai untuk sagu merupakan langkah &#13;
pertama untuk membudidayakan tanaman : ini. Maxent Model, salah satu &#13;
pemodelan relung ekologi yang menggunakan presence-only data dan &#13;
environmental data digunakan untuk memprediksi potensi distribusi sagu di &#13;
Sulawesi, Indonesia. Data lokasi sagu yang dikumpulkan dari data literatur dan &#13;
survei lapangan yang digunakan dalam penelitian ini berjuinlah 89 data. Data &#13;
iklim yang diperoleh dari WorldClim dan data ketinggian dari SRTM digunakan &#13;
sebagai environmental variable. Maxent Model memberikan hasil yang sangat &#13;
baik dalam memprediksi potensi distribusi sagu di Sulawesi. Semua model dalam &#13;
penelitian ini memberikan nilai AUC yang tinggi (lebih besar dari 0,5) yang &#13;
berarti lebih baik daripada prediksi aeak. Berdasarkan hasil dari Maxent Model, &#13;
variabel lingkungan yang paling penting bagi distribusi sagu adalah bio5 atau &#13;
maximum temperature of the warmest month. Hasil dan peta yang dihasilkan oleh &#13;
penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk pengembangan sagu di &#13;
Sulawesi, namun penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">SRI EEN HARTATIK</note>
 <subject authority="">
  <topic>sagu, Metroxylon sagu, Maxent, species distributio</topic>
 </subject>
 <classification>307.72 Har p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>307.72 Har p/R.25.5</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700216</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.5)</sublocation>
    <shelfLocator>307.72 Har p/R.25.5</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9650</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-03 11:56:50</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>