Detail Cantuman

Image of MODEL SISTEM PRODUKSI BIOETANOL BERKELANJUTAN

 

MODEL SISTEM PRODUKSI BIOETANOL BERKELANJUTAN


SISTEM PRODUKSI BIOETANOL BERKELAN.JUTAN

RANI ISMIARTI ERGANTARA

ABSTRAK

Perkembangan produksi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700501665.3 Erg m/R.25.348Perpustakaan Pusat (REF.348)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    665.3 Erg m/R.25.348
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;121 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    665.3
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • SISTEM PRODUKSI BIOETANOL BERKELAN.JUTAN

    RANI ISMIARTI ERGANTARA

    ABSTRAK

    Perkembangan produksi bioetanol di Indonesia dihadapkan pada keterbatasan
    modal, produktivitas bahan baku rendah, kontinuitas bahan baku tidak terjamin, dan
    Iimbah bioetanol yang berpotensi memberikan dampak pada lingkungan. Selain itu,
    pennasalahan pada pengembangan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar dihadapkan
    pada belum adanya sistem tata niaga bioefuel yang jelas. Hal terse but juga dirasakan
    oleh PT. Medco Ethanol Lampung (MEL) sebagai satu-satunya industri bioetanol di
    Kabupaten Lampung Utara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis po la aktivitas
    sistem produksi bioetanol dan membuat model sistem produksi bioetanol berkelanjutan.
    Metode penelitian yang digunakan adalah pemodelan dengan pendekatan berpikir
    sistem. Model sistem bioetanol berkelanjutan dianalisis melalui identifikasi
    pennasalahanl situasi, variabel kunci, perilaku dari waktu ke waktu, diagram lingkar
    sebab akibat, sistem archetype, leverage points, dan pengembangan strategi intervensi.

    Identifikasi struktur dilakukan pada dua sub model yaitu sub model penyediaan
    bahan baku oleh petani ubi kayu Kab. Lampung Utara dan pengolahan bioetanol oleh
    PT. MEL. Hasil analisis system archetype menunjukkan bahwa produksi bioetanol PT.
    MEL dihadapkan pada kesulitan memperoleh ubi kayu akibat penurunan produktivitas.
    Upaya penggunaan pupuk yang telah dilakukan petani untuk meningkatkan
    produktivitas pada jangka waktu tertentu mengarah pada produktivitas yang semakin
    menurun dan berpotensi mengasarnkan tanah akibat pemupukan yang tidak seimbang.

    Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat strategi intervensi yang
    dikembangkan untuk mencapai model sistem produksi bioetanol berkelanjutan.
    Pertama, perlu peningkatan mutu intensifikasi melalui pengelolaan lahan berkelanjutan
    menggunakan teknologi pengapuran terpadu, penanaman sistem baris ganda, dan
    pemanfaatan pupuk sludge. Kedua, perlu pembentukan kemitraan indutri dan asosiasi
    petani ubi kayu menggunakan po la kemitraan pengembangan sub terminal agribisnis.
    Ketiga, perlu peningkatan kesadaran dan kepedulian petani melalui peningkatan kualitas
    pengetahuan dan partisipasi dalam rencana penggunaan pupuk sludge. Keempat, perlu
    adanya pengenalan kepada petani dan pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan
    kebijakan insentif lahan pertanian berkelanjutan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi