<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9542">
 <titleInfo>
  <title>SISTEM PERTANIAN TERPADU SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PEMANFAATAN LAHAN BEKAS PERTAMBANGAN PASIR (Studi Kasus di Desa Cibeureum Wetan dan Desa Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUCUP CUPYADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;144 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>SISTEM PERTANIAN TERPADU SEBAGAI ALTERNATIF DALAM &#13;
PEMANFAATANLAHANBEKASPERTAMBANGANPASm &#13;
(Studi Kasus di Desa Cibeureum Wetan dan Desa Cibeureum Kulon, &#13;
Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang) &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Pemanfaatan lahan bekas pertambangan pasir sebagai lahan budidaya &#13;
terbatas, di Kabupaten Sumedang umumnya lahan tersebut dimanfaatkan dengan &#13;
ditanarni tanaman kayu jenis fast growing spesies seperti jenis sengon, akasia &#13;
mangium dan gmelina yang mempunyai masa panen relatif lama (5-15 tahun). &#13;
Namun demikian, di Desa Cibeureum Wetan dan Desa Cibeureum Kulon &#13;
Kecarnatan Cimalaka Sumedang telah dilakukan pemanfaatan lahan oleh &#13;
masyarakat dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian (budidaya gamal, &#13;
kaliandra dan buah naga) dan kegiatan peternakan kambing pada satu kawasan &#13;
melalui sistem pertanian terpadu yang memiliki masa panen lebih singkat (sekitar &#13;
1 tahun). Penelitian ini berupaya untuk mengkaji peran sistem pertanian terpadu &#13;
terhadap perbaikan lahan bekas pertambangan pasir secara fisik kimia serta &#13;
mengkaji peran sistem pertanian terpadu terhadap peningkatan pendapatan dan &#13;
ekonomi masyarakat setempat. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode dominant quantitative less dominant &#13;
qualitative. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data fisik kimia &#13;
tanah dalarn mendeskripsikan lahan bekas pertambangan pasir yang dimanfaatkan &#13;
oleh masyarakat melalui sistem pertanian terpadu serta untuk mendapatkan data &#13;
sosial dan ekonomi masyarakat. Data sampel tanah diambil dengan cara &#13;
systematic random sampling sedangkan data sosial ekonomi masyarakat diambil &#13;
dengan cara sensus terhadap anggota kelompok tani melalui kuisioner. Metode &#13;
kualitatif digunakan untuk mendapatkan data perkembangan kegiatan sistem &#13;
pertanian terpadu yang diambil dengan cara purposive sampling melalui &#13;
wawancara terhadap informan. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan bekas &#13;
pertambangan pasir dengan sistem pertanian terpadu dapat memperbaiki &#13;
kesuburan tanah dengan meningkatkan kandungan unsur hara dalam tanah yaitu : &#13;
(454,8%), N (433,3%) dan P (236,5%) serta dapat menurunkan nilai dugaan &#13;
~u erosi sekitar 71,5%, dari 4,097 tonlhaltahun menjadi 1,168 tonlhaltahun. &#13;
emanfaatan lahan bekas pertambangan pasir dengan sistem pertanian terpadu &#13;
dapat meningkatkan rata-rata pendapatan masyarakat dari &#13;
Rp.7.260.000,3IKK1tahun menjadi sebesar Rp.l1.940.000,5IKK1tahun. Pada &#13;
usaha tani sistem pertanian terpadu (buah naga, kaliandra, gamal dan ternak &#13;
karnbing), keuntungan (NPV positif) bisa diperoleh dengan waktu yang lebih &#13;
singkat dibandingkan usaha tanaman kayu sengon (6 tahun). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">CUPYADI CUCUP</note>
 <subject authority="">
  <topic>sistem pertanian terpadu, lahan bekas pertambangan</topic>
 </subject>
 <classification>631.4 Cup s</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>631.4 Cup s/R.25.314</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110700342</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.314)</sublocation>
    <shelfLocator>631.4 Cup s/R.25.314</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9542</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-28 10:35:14</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>