PENGENDALIAN PEMANFAATAN AIR BAWAH TANAH di KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO SEBAGAI SUMBER DAYA YANG BERKELANJUTAN
PENGENDALIANPEMANFAATANAIRBAWAHTANAHDI
KECAMATAN KABANJAHE KABUP ATEN KARO SEBAGAI SUMBER
DAYA YANGBERKELANJUTAN
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130700247 333.7 Sir p/R.25.137 Perpustakaan Pusat (REF.137) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 333.7 Sir p/R.25.137Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xiii,;164 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 333.7 Sir pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab DAMAYANTI SIREGAR -
PENGENDALIANPEMANFAATANAIRBAWAHTANAHDI
KECAMATAN KABANJAHE KABUP ATEN KARO SEBAGAI SUMBER
DAYA YANGBERKELANJUTAN
ABSTRAK
Kecamatan Kabanjahe merupakan ibukota dari Kabupaten Karo yang terns
mengalami kenaikan dalam eksploitasi sumber daya air bawah tanah. Air bawah
tanah merupakan altematif sumber air baku yang digunakan penduduk dalam
memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian mengenai pengendalian pemanfaatan
air bawah tanah di Kecamatan Kabanjahe penting dilakukan agar terjaga
keberlanjutannya. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui
kondisi ketersediaan air bawah tanah dan mengetahui strategi yang dapat
dilakukan untuk kondisi saat ini dan pada masa yang akan datang. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif yaitu
menghitung volume air bawah tanah di Kecamatan Kabanjahe, volume
pemanfaatan air bawah tanah saat ini sampai tahun 2033 di Kecamatan
Kabanjahe, dan menentukan strategi pengendalian pemanfaatan air bawah tanah
agar terjaga keberlanjutannya dengan SWOT. Volume air bawah tanah yang
terdapat di Kecamatan Kabanjahe dari Cekungan Air Tanah (CAn Medan adalah
16.157.740 m3• Pemanfaatan air bawah tanah di Kecamatan Kabanjahe digunakan
untuk kebutuhan rumah tangga dan non rumah tangga, Untuk tahun 2013
berdasarkan hasil analisis penggunaan seluruhnya mencapai 4.908.220 m3/tabun.
Pemanfaatan air bawah tanah untuk kebutuhan rumah tangga pada tahun 2033
mencapai 6.216.864 m3/tahun. Dengan perhitungan prediksi kebutuhan air bawah
tanah 20 tahun mendatang maka kondisi ketersediaan air bawah tanah di
Kecamatan Kabanjahe masih dalam keadaan aman apabila daerah resapan masih
dapat dijaga kondisinya Strategi yang dapat dilakukan dalam pengendalian
pemanfaatan air bawah tanah di Kecamatan Kabanjahe agar terjaga
keberlanjutannya berdasarkan analisis SWOT ada di posisi Kuadran IV yaitu
menggunakan prinsip bertahan. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






