<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9476">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KECENDERUNGAN SHAME DAN KECENDERUNGAN GUILT SERTA MOTIF DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA DI 3 SMA KOTA BANDUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Intan Pusvitasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>x, 107 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aksi agresi banyak terjadi di kalangan remaja, dari mulai agresi verbal (menghina, &#13;
mengolok-olok,mencaci-maki),dan agresi fisik (memukul,mendorong) sampai pada agresi yang &#13;
menyebabkan konsekuensi yang lebih fatal seperti pembunuhan. Kerugian yang disebabkan oleh &#13;
perilaku agresif meliputi kerugian materi dan immateriil. Bukan hanya luka fisik dan luka &#13;
psikologis yang diderita oleh korban, perilaku agresif bahkan dapat menjadi sumbangan bagi &#13;
proses belajar perilaku anak-anak yang melihat aksi agresi terse but terjadi di lingkungannya. &#13;
Agresi menurut Berkowirtz (1995) adalah segala bentuk perilaku yang dimaksudkan untuk &#13;
menyakiti seseorang baik secara fisik maupun mental. &#13;
&#13;
Averil/'s (1982) mendefinisikan agresi sebagai komponen meluapkan perasaan-perasaan &#13;
negatif, yaitu amarah. Lebih jauh Averill 's (1982) mengungkapkan bahwa perilaku agresif itu &#13;
sendiri bukan merupakan respon dominan dari amarah yang dirasakan oleh individu. Dari studi &#13;
yang dilakukannya ia juga menemukan bahwa terdapat pula episode kemarahan dari individu &#13;
yang tidak direspon dengan agresi. Dengan demikian, individu dapat merespon amarah yang &#13;
dirasakannya dengan cara yang agresif ataupun tidak. Averill's (1982) mengembangkan kerangka &#13;
teori agresi dengan membaginya ke dalam 4 kategori perilaku agresif yaitu direct aggression, &#13;
indirect aggression, displaced aggression dan self-directed aggression. Secara detail averill's &#13;
(1982) juga mengungkapkan motif dibalik agresi tersebut menjadi motif malevolent (hasrat &#13;
menunjukkan rasa tidak suka terhadap target kemarahan, hasrat membalas dendam dan hasrat &#13;
memutuskan hubungan), motif fractious (hasrat memendam amarah hingga mereda), dan motif &#13;
costructive(hasrat memperbaiki dan memperkuat hubungan dengan target kemarahan dan hasrat &#13;
untuk membicarakan persoalan dengan target). &#13;
&#13;
Peneliti ingin melihat bagaimana individual differences dalam kecenderungan shame dan &#13;
kecenderungan guilt pada remaja terkait pada cara remaja mengendalikan amarahnya. Peneliti &#13;
melakukan penelitian untuk melihat hubungan kecenderungan shame dan kecenderungan guilt &#13;
dengan perilaku agresif saat remaja merasa marah disertai dengan motif dibaliknya. Tujuan yang &#13;
hendak dicapai dalam penelitian ini adalah menguji ada tidaknya hubungan antara &#13;
kecenderungan shame dan kecenderungan guilt dengan perilaku agresif pada remaja. Tangney, &#13;
Wagner, et al., (1996), menemukan bahwa individu dengan kecenderungan shame lebih &#13;
memungkinkan melakukan hal-hal yang tidak konstruktif dengan amarahnya. Individu dengan &#13;
kecenderungan shame juga terkait dengan motif malevolent dan fractious, juga dengan berbagai &#13;
kategori perilaku agresif seperti direct aggression secara fisik dan verbal, indirect aggression &#13;
(malediction dan harm), displaced aggression dan self-direct aggression. Sementara itu, individu &#13;
dengan kecenderungan guilt berkorelasi positif dengan motif constructive dan berkorelasi negatif &#13;
dengan perilaku agresij. &#13;
&#13;
Dari hasil penelitian diketahui dari alat ukur TOSCA-A yang diterjemahkan bahwa 15 &#13;
item kecenderungan shame dan 15 item kecenderungan guilt seluruhnya valid dengan ni/ai &#13;
korelasi antara 0,326 sampai dengan O,685dan koefisien reliabilitas 0,790 untuk kecenderungan &#13;
shame dan 0,702 untuk kecenderungan guilt. Sedangkan dari hasil penelitian untuk skala perilaku &#13;
agresif sebanyak 64 item yang diuji cobakan terdapat 42 item yang vali dengan ni/ai korelasi &#13;
antara 0,302 sampai dengan 0,707 dengan koefisien reliabilitas 0,855. Sementara itu untuk motif &#13;
malevolent, fractious, dan constructive seluruhnya valid dengan ni/ai korelasi masing-masing dari &#13;
0,429-0,747, 0,682-0,853, dan 0,442-0,888. Koefisien reliabilitas dari motif malevolent adalah &#13;
0,707, fractious 0,682 dan constructive 0,775. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasi/ penelitian yang dilakukan pada 100 responden remaja dapat ditarik &#13;
kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif dan pengaruh yang signifikan antara kecenderungan &#13;
shame dengan motif malevolent dan fractious pada remaja. Motif malevolent memliki hubungan &#13;
positif dan pengaruh yang signifikan dengan perilaku agresif, sementara motif fractious memiliki &#13;
hubungan negatif dan pengaruh dengan perilaku agresij. Sementara itu terdapat hubungan positif &#13;
don pengaruh antara kecenderungan guilt dengan motif constructive pada remaja, akan tetapi &#13;
terdapat hubungan positif dengan peri/aku agresif dengan penaruh yang tidak signifikan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Intan Pusvitasari</note>
 <subject authority="">
  <topic>kecenderungan shame dan kecenderungan guilt</topic>
 </subject>
 <classification>155.5 pus h</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.5 pus h/R.19.95</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700287</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.95)</sublocation>
    <shelfLocator>155.5 pus h/R.19.95</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9476</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:26</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-20 08:46:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>