MERANCANG MODEL PELATIHAN PADA MASA PERSIAPAN PENSIUN (Studi Kasus pada PT. Krakatau Steel)
Padjadjaran University Post Graduate Faculty of Economics and Business
UNP AD, Dipati Ukur
Email : ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700142 658.3 Ram m Perpustakaan Pusat (REF.12.291) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658.3 Ram m/R.12.291Penerbit Magister Ekonomi Dan Bisnis : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik iii,; 103 hlm,; 29,5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658.3 Ram mTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Muhammad Radian Ramadhan -
Padjadjaran University Post Graduate Faculty of Economics and Business
UNP AD, Dipati Ukur
Email : radianramadhan(cllyahoo.co.id
ABSTRAK
Masa puma bakti atau pensiun merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh
setiap orang yang bekerja karena sudah memasuki usia yang lanjut. Masa pensiun
membawa banyak masalah dalam kehidupan seseorang, mulai dari masalah sosial,
kesehatan, post power syndrome, hingga masalah financial. Perusahaan memiliki
tanggung jawab moral untuk mempersiapkan karyawan yang akan memasuki
masa pensiun agar terhindar dari permasalahan terse but. Hal ini dilakukan sebagai
balas jasa kepada karyawan yang sudah puluhan tahun mengabdi pada
perusahaan. Persiapan pensiun atau yang sering disebut dengan outplacernent ini
diberikan berupa pelatihan kewirausahaan dengan harapan pensiunan memiliki
pendapatan yang berkesinambungan clan dapat mengisi waktu pensiunnya dengan
kegiatan yang positif. Permasalahan yang timbul dari pelatihan persiapan pensiun
ini adalah seringkali pelaksanaannya tidak optimal karena tidak memberikan
feedback langsung bagi perusahaan dan tidak ada ukuran kesuksesan pasca
pelaksanaan pelatihan ini. Penelitian mengenai pelatihan persiapan pensiun ini
dilakukan di PT. Krakatau Steel yang merupakan salah satu perusahaan yang
memilki program pensiun. Penelitian dilakukan terhadap 31 orang pensiunan PT.
Krakatau Steel yang mengikuti pelatihan persiapan pensiun pada tahun 2012. Dari
data yang diperoleh 51 % pensiunan merasa hasil pelatihan persiapan pensiun yang
sudah dilaksanakan buruk. Penyebabnya antara lain, kurangnya persiapan pra
pelatihan, waktu pelatihan 'relatif singkat, kurangnya porsi pelatihan praktek, tidak
adanya evaluasi pasca pelatihan, dan terbatasnya pilihan pelatihan yang hanya
tersedia pelatihan kewirausahaan saja padahal tidak sernua peserta pelatihan
memiliki passion di bidang tersebut. Setelah penelitian ini direkomendasikan
model pelatihan baru yang lebih efektif dalam mempersiapkan karyawan yang
akan memasuki masa pensiun. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






