Detail Cantuman

Image of PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION BERBASIS KELUARGA TERHADAP TINGKAT PERAWATAN MANDIRI DIABETES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASIR KALIKI KOTA BANDUNG

 

PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION BERBASIS KELUARGA TERHADAP TINGKAT PERAWATAN MANDIRI DIABETES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASIR KALIKI KOTA BANDUNG


Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis, yang membutuhkan
perawatan mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Penerapan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700046610.73 Sus p/R.22.233Perpustakaan Pusat (REF.233)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Sus p/R.22.233
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 116 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Sus p/R.22.233
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis, yang membutuhkan
    perawatan mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Penerapan
    Diabetes Self Management Education (DSME) untuk meningkatkan kemampuan
    penderita dalam mengelola penyakit DM. Saat ini, Diabetes Self-Management
    Education (DSME) berbasis keluarga belum diintegrasikan dalam pengelolaan
    DM di rumah sakit, juga di area komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengetahui pengaruh DSME berbasis keluarga terhadap tingkat perawatan
    mandiri diabetes. Penelitian quasi eksperimen dengan rancangan yang digunakan
    adalah pre-test and post-test with control group design. Jumlah subjek 33
    keluarga sebagai kelompok perlakuan dan 33 keluarga kontrol yang diseleksi
    secara acak dari populasi penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Pasirkaliki
    Bandung Jawa Barat. Data yang diperoleh menggunakan modifikasi diabetes self­
    care inventory dari La Greca dan Tan Min Yeong yang terdiri dari
    dietJpengaturan makan, pengobatan, aktifitas fisik dan monitoring gula darah
    mandiri. Data diperoleh dari responden yang tinggal bersama keluarga dengan
    membandingkan tingkat perawatan mandiri diabetes saat sebelum dan sesudah
    DSME berbasis keluarga. Pendidikan kesehatan diberikan dalam waktu dua kali
    kunjungan selama 2 minggu. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan
    paired dan independent t-test. Hasilnya membuktikan ada perbedaan yang
    bermakna pada tingkat perawatan mandiri dalam pengobatan dan monitoring gula
    darah mandiri setelah pemberian DSME berbasis keluarga dengan nilai p = 0,000,
    dan tidak ada perbedaan yang bermakna pada tingkat perawatan mandiri dalam
    dietJpengaturan makan dengan p = 0,296 dan aktifitas fisik dengan p = 0,176.
    Hasil yang diperoleh, bahwa DSME berbasis keluarga secara signifikan
    meningkatkan kemampuan keluarga mengelola tingkat perawatan mandiri
    penderita dalam pengobatan dan monitoring gula darah mandiri. Keterlibatan
    keluarga keluarga dengan penderita diabetes untuk mengingatkan serta mengelola
    pengobatan dan monitoring gula darah mandiri memainkan peran penting dalam
    meningkatkan tingkat perawatan diri dibandingkan dengan DSME konvensional
    di rumah sakit yang fokusnya kepada pasien secara independen. Sementara itu,
    dietJpengaturan makan dan aktivitas fisik adalah kebiasaan yang tidak mudah
    diubah dan dipengaruhi oleh budaya. Kesimpulannya, DSME berbasis keluarga
    mempengaruhi tingkat perawatan mandiri dalam pengobatan dan monitoring gula
    darah mandiri. Oleh karena itu, DSME berbasis keluarga khususnya mengenai
    dietJpengaturan makan dan aktivitas fisik perlu diintegrasikan ke dalam perawatan
    dan manajemen diabetes.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi