PELATIHAN PENERAPAN KRITERIA ?MEDIATED LEARNING EXPERIENCE? TERHADAP IBU SEBAGAI MEDIATOR : Studi tentang Pelatihan ?Mediated Learning Experience? terhadap kemampuan penerapan kriteria MLE oleh ibu sebagai mediator dalam stimulasi keterampilan dasar early literacy anak usia 3-5 tahun
Hani Handiani : Pelatihan Penerapan Kriteria "Mediated Learning
Experience" terhadap Ibu Sebagai Mediator.
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130700304 155.4 han p/R.19.44 Perpustakaan Pusat (REF.19.44) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 155.4 han p/R.19.44Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xiii, 123 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 155.4 han pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab HANI HANDIANI -
Hani Handiani : Pelatihan Penerapan Kriteria "Mediated Learning
Experience" terhadap Ibu Sebagai Mediator.
Pembimbing:Dra.L-enny Kendhawati, M.Si & Afra Hafny Noer, S.Psi, M.Sc.
Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya peran Ibu sebagai mediator dalam
mestimulasi keterampilan dasar early literacy pada anak di usia 3-5 tahun sebagai
persiapan sebelum belajar membaca.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh modul pelatihan Mediated
learning experience (MLE) dalam rangka memberikan kemampuan penerapan
kriteria-kriteria MLE terhadap Ibu sebagai mediator dalam keterampilan dasar
early literacy anak usia 3-5 tabun.
Pelatihan MLE ini mengacu pada konsep teori dari Feuerstein (1996) yang
dikembangkan oleh Pnina S.Klein (1997) dimana terdapat lima kriteria yang harus
dimiliki oleh mediator yakni Focusing (intentionality and reciprocity), Excitement
(mediation of meaning), Expanding (trancendence), Rewarding (mediated of
feeling competence), Organizing, dan Planning (mediated regulation ofbehavior).
Alat ukur yang digunakan adalah Mediated Learning Experience Rating Scale
yang dikembangkan oleh Carol S. Lidz (2003) dan anaIisis statistik menggunakan
Mann-Whitney U. Pelatihan ini dilakukan selama dua hari dengan menekankan
kemampuan peserta dalam menerapkan kriteria-kriteria metode MLE dalam
stimulasi keterampilan dasar early literacy pada anak usia 3-5 tabun.
Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperimental yaitu posttest Only,
Control-group design (Graziano & RauIin, 2000). Populasi penelitian adalah para
orang tua dari siswa TK X di Kodya Bandung, yang mengasuh anak usia 3-5
tahun. Sampel penelitian sebanyak 20 orang, terbagi dalam Kelompok Kontrol
(KK) dan Kelompok Eksperimen (KE) masing-masing 10 orang.
Hasil penelitian menghasilkan adanya perbedaan dalam kemampuan menerapkan
kriteria-kriteria MLE antara KK dan KE. Berdasarkan uji statistik Directional
Hypothesis (one-tailed) dengan taraf signifikansi c: 0.05 dengan hO ditolak, dapat
dikatakan bahwa KE memiliki kemampuan menerapkan kriteria-kriteria MLE
lebih tinggi dibanding KK. Hasil asesmen menyirnpulkan adanya kebutuhan Ibu
untuk mendapatkan pelatihan MLE agar dapat berperan dengan baik sebagai
mediator bagi anaknya yang memiliki anak usia 3-5 tabun untuk menstirnulasi
keterampilan dasar early literacy. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






