<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9237">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA FUTURE TIME PERSPECTIVE DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIFMELALUI GOAL ORIENTATION PADA USIA DEWASA AKHIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dinie Ratri Desiningrum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xv, 145 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Masa tua yang sukses sangat didambakan oleh setiap individu yang &#13;
memasuki usia dewasa akhir. Salah satu ciri kesuksesan ini adalah kesiapan &#13;
memasuki usia lanjut (lansia), yang ditandai dengan penilaian sejahtera terhadap &#13;
diri (well-being) (Poulin, M. dan Silver, R.c., 2007). Kesejahteraan diri ini lebih &#13;
dikenal dengan kesejahteraan subjektif (subjective well being), yang meliputi &#13;
kesejahteraan psikologis, kesejahteraan bidang sosial dan kesejahteraan &#13;
emosional. Salah satu hal yang mempengaruhi kesejahteraan seseorang adalah &#13;
bagaimana ia secara selektif membentuk ukuran dan komposisi jaringan sosial, &#13;
memaknakannya, untuk memperoleh tujuan sosial (goal orientation), berupa &#13;
knowledge related goal dan emotional related goal, yang sangat dipengaruhi oleh &#13;
persepsi terhadap waktu di masa depan (future time perspective), bisa expansive &#13;
atau limited, dan hal ini dikenal dengan selektivitas sosioemosional (Cartensen, &#13;
1998). &#13;
&#13;
Subyek dalam penelitian ini adalah 140 orang usia dewasa akhir (young­ &#13;
old), yang tergabung dalam pensiunan perwira TNI-AD di Cimahi dan Bandung. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan seberapa besar hubungan antara future &#13;
time perspective dan goal orientation dalam selektivitas sosioemosional dan &#13;
seberapa besar hubungan antara selektivitas sosioemosional dengan kesejahteraan &#13;
subjektif individu, dengan mempertimbangkan goal orientation sebagai variabel &#13;
perantara. Data dikumpulkan dengan 3 (tiga) alat ukur, yaitu kuesionerfuture time &#13;
perspective, goal orientation, dan kesejahteraan subjektif. Pengukuran diIakukan &#13;
dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan &#13;
program Linear Structural Relation (Lisrel) 8.80. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Pengaruh Selektivitas &#13;
Sosioemosional (Future Time Perspective dan Goal Orientation) terhadap &#13;
Kesejahteraan Subjektif (Subjective Well Being) memiliki tingkat kecocokan yang &#13;
tergo long good fit setelah respesifikasi. Future time perspective yang dominan &#13;
dibentuk oleh pandangan yang expansive signifikan berpengaruh terhadap gaal &#13;
orientation, dan goal orientation yang dominan dibentuk oleh knowledge related &#13;
goal signifikan sangat berpengaruh terhadap subjective well being, dalam hal ini &#13;
subjective well being relatif dominan dibentuk oleh social well being individu, &#13;
kemudianfuture time perspective tidak signifikan berpengaruh terhadap subjective &#13;
well being, sehingga dilakukan pengujian terhadap model kedua yang dirancang &#13;
oleh peneliti yaitu Model Pengaruh Future Time Perspective terhadap &#13;
Kesejahteraan Subjektif (Subjective Well Being) dengan tidak melibatkan goal &#13;
orientation, dan memiliki tingkat kecocokan yang tergo long good fit dengan &#13;
respesifikasi, yang menunjukkan bahwa future time perspective signifikan &#13;
berpengaruh terhadap subjective well being yang dominan dibentuk oleh &#13;
emotional well being, sehingga model ini juga menunjukkan bahwa goal &#13;
&#13;
. orientation merupakan intervening/mediating variable.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dinie Ratri Desiningrum</note>
 <subject authority="">
  <topic>future time perspective, goal orientation, kesejah</topic>
 </subject>
 <classification>155.67 des h</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.67 des h/R.19.115</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100700039</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.115)</sublocation>
    <shelfLocator>155.67 des h/R.19.115</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9237</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-19 09:27:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>