ANAS URBANINGRUM?S REPRESENTATION IN THE HAMBALANG CASE IN FIVE ARTICLES OF THE JAKARTA POST: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS
Penelitian ini berjudul ''Anas Urbaningrum's Representation In Hambalang Case
in Four Articles of The Jakarta Post". Kasus Hambalang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007083 420 Peb a/R.18.200 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 420 Peb a/R.18.200Penerbit MAGISTER ILMU BUDAYA : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xiii, 113hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 420 Peb aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2015Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab Peberiwati br Kaban -
Penelitian ini berjudul ''Anas Urbaningrum's Representation In Hambalang Case
in Four Articles of The Jakarta Post". Kasus Hambalang merupakan suatu satu
isu korupsi terbesar di Indonesia dan melibatkan banyak politisi papan atas,
termasuk Anas Urbaningrum (AU) selaku mantan ketua partai demokrat
Penelitian ini ditujukan untuk menunjukkan praktek sosial (social practice)
representasi AU dan cara Anas Urbaningrum (AU) direpresentasikan terkait
kasus Hambalang dalam empat artikel "The Jakarta Post" dan juga untuk
membongkar ideologi yang tersembunyi ketika merepresentasikan A U Untuk
mencapai tujuan penelitian ini, pendekatakan wacana kritis yang dikembangkan
oleh Fairclough (1989, 1995b, and 2010), sistem "Transitivity" oleh
Halliday&Matthiessen (2004) konsep representasi sosial aktor oleh Van Leeuwen
(2008) diaplikasikan. Berdasarkan pendekatan wacana kritis, representasi A U
dikaji dengan fokus pada tipe proses dan kategori sosial aktor pada text yang
dianalisis. Analisis pada tataran "social practice" dilakukan dengan
menganalisis aspek konteks situasional, konteks institusional dan konteks sosietal.
Untuk membongkar makna tersembunyi yang terkait dengan ideologi dalam
merepresentasikan A U Untuk membongkar ideology, penelitian ini
mengaplikasikan konsep "the ideological square" dari van Dijk. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa berdasarkan representasi tipe proses, representasi A U
cenderung negatif pada klausa material, klausa mental, klausa relasional, klausa
verbal, dan klausa eksistensial. Untuk menekankan aspek negatif A U berdasarkan
kategori sosial aktor, AU direpresentasikan dengan cara "activation" terkait
dengan aksi korupnya dalam kasus Hambalang, digambarkan dengan cara
"passivazation "karena statusnya sebagai saksi, tersangka dan terdakwa kasus
Hambalang, dinominasi sebagai sosok yang tidak berotoritas dan bukan pejabat.
Sisi positif AU tidak ditonjolkan dengan cara tidak mengdirkannya di dalam text.
Sebaliknya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) direpresentasikan secara
menonjol dengan mengimplementasikan strategi "exclusion" dan
"impersonalization". Terkait dengan ideologi, "The Jakarta Post"
mempertahankan prinsip demokrasi Pancasila yang berlandaskan nilai keyakinan
yang berpusat kepada Tuhan, kemanusiaan dengan semangat persamaan dan
kebebasan, "Gotong Royong", dan keadilan sosial. Melalui keempat teks yang
dianalisis, "The Jakarta Post" mereproduksi ideologinya untuk mempertahankan
relasinya dengan KPK sebagai "Our group" (pihak anti-korupsi) untuk
memberantas berbagai isu korupsi di Indonesia dan mengelompkkan A U sebagai
"Their group'Tsisi para koruptor). -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






