Detail Cantuman

Image of RANCANGAN DAN UJI COBA PELATIHAN SUSTAINED ATTTENTION PADA ANAK YANG MENGALAMI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN (GPP)

 

RANCANGAN DAN UJI COBA PELATIHAN SUSTAINED ATTTENTION PADA ANAK YANG MENGALAMI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN (GPP)


Pada usia sekolah, tuntutan tugas yang diberikan semakin meningkat. Peningkatan
terse but juga mengakibatkan anak harus berusaha untuk ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700289155.4 mui r/R.19.57Perpustakaan Pusat (REF.19.57)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.4 mui r/R.19.57
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xx, 202 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.4 mui r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pada usia sekolah, tuntutan tugas yang diberikan semakin meningkat. Peningkatan
    terse but juga mengakibatkan anak harus berusaha untuk menampilkan performa yang lebih
    baik. Meskipun demikian, masalah-masalah pada anak usia sekolah, justru semakin terlihat
    beriringan dengan banyaknya tugas yang diberikan kepada mereka, dimana beberapa anak
    menampilkan perilaku kesulitan dalam mempertahankan perhatian sesuai dengan tuntutan
    tugas. Secara teoritis, masalah tersebut dapat digolongkan pada masalah Attention Deficit
    Disorder (ADD), yang juga dikenal sebagai Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP).
    Kesulitan dalam mempertahankan atensi dapat berdampak pada kinerja anak dalam
    melaksanakan tugas yang diberikan. Rentang perhatian yang pendek, membuat anak tidak
    dapat bertahan untuk menyelesaikan tugas hingga selesai dan benar. Kondisi tersebut jika
    terus dibiarkan dapat mengganggu hampir semua aspek kehidupan anak, terutama dalam
    proses belajar.

    Pelatihan Peningkatan Kemampuan Mempertahankan Perhatian (PKMP) merupakan
    serangkaian aktivitas yang disusun secara sistematis, berdasarkan pendekatan psikoedukasi
    dari Valett (1969) dan teori Sustained Attention dari Flick (1998) yang bertujuan untuk
    membentuk kemampuan mempertahankan perhatian dalam rentang waktu tertentu pada anak
    usia 9-10 tahun yang mengalami GPP. Aktivitas ini diterapkan secara repetisi selama 8 hari
    berturut-turut, dimana anak diberi tugas untuk memasukkan Apel dalam keranjang dengan
    cara menekan tombol "Space bar" ketika layar monitor menampilkan buah Apel yang
    bergerak.

    Penelitian ini menggunakan metode Single-Subject Design tipe A-B-A Design,
    dimana pengukuran dilakukan pada fase A (Baseline) dan pada kondisi B (Treatment).
    Pengukuran kemudian diIanjutkan pada kondisi A (Post treatment) sebagai kontroI untuk
    fase B, sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan adanya hubungan fungsional
    antara variabel bebas dan variabeI terikat. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur
    sustained attention dalam penelitian ini adalah Sustained Attention to Response Task
    (SART) dari Robertson, et al. 1997.

    Hasil penelitian ini, dilihat berdasarkan pola grafik yang mengalami peningkatan
    pada fase B dibandingkan dengan fase A. Hasil juga dilihat dari rata-rata skor benar pada
    fase B, yang lebih besar dibandingkan dengan rata-rata skor benar pada fase A, dimana rata­
    rata skor benar pada fase A (Baseline) = 82,67 %, fase B (Treatment) = 95 %, dan fase A
    (Post treatment) = 85,48 %.

    Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Rancangan Pelatihan
    peningkatan Kemampuan Mempertahankan Perhatian (PKMP) yang telah disusun dapat
    membentuk kemampuan Sustained Attention pada anak yang mengalami Gangguan
    Pemusatan Perhatian (GPP) usia 9 tahun 11 bulan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi