<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9158">
 <titleInfo>
  <title>RANCANGAN DAN UJI COBA PELATIHAN SUSTAINED ATTTENTION PADA ANAK YANG MENGALAMI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN (GPP)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Musma Muis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx, 202 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada usia sekolah, tuntutan tugas yang diberikan semakin meningkat. Peningkatan &#13;
terse but juga mengakibatkan anak harus berusaha untuk menampilkan performa yang lebih &#13;
baik. Meskipun demikian, masalah-masalah pada anak usia sekolah, justru semakin terlihat &#13;
beriringan dengan banyaknya tugas yang diberikan kepada mereka, dimana beberapa anak &#13;
menampilkan perilaku kesulitan dalam mempertahankan perhatian sesuai dengan tuntutan &#13;
tugas. Secara teoritis, masalah tersebut dapat digolongkan pada masalah Attention Deficit &#13;
Disorder (ADD), yang juga dikenal sebagai Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP). &#13;
Kesulitan dalam mempertahankan atensi dapat berdampak pada kinerja anak dalam &#13;
melaksanakan tugas yang diberikan. Rentang perhatian yang pendek, membuat anak tidak &#13;
dapat bertahan untuk menyelesaikan tugas hingga selesai dan benar. Kondisi tersebut jika &#13;
terus dibiarkan dapat mengganggu hampir semua aspek kehidupan anak, terutama dalam &#13;
proses belajar. &#13;
&#13;
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Mempertahankan Perhatian (PKMP) merupakan &#13;
serangkaian aktivitas yang disusun secara sistematis, berdasarkan pendekatan psikoedukasi &#13;
dari Valett (1969) dan teori Sustained Attention dari Flick (1998) yang bertujuan untuk &#13;
membentuk kemampuan mempertahankan perhatian dalam rentang waktu tertentu pada anak &#13;
usia 9-10 tahun yang mengalami GPP. Aktivitas ini diterapkan secara repetisi selama 8 hari &#13;
berturut-turut, dimana anak diberi tugas untuk memasukkan Apel dalam keranjang dengan &#13;
cara menekan tombol &quot;Space bar&quot; ketika layar monitor menampilkan buah Apel yang &#13;
bergerak. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode Single-Subject Design tipe A-B-A Design, &#13;
dimana pengukuran dilakukan pada fase A (Baseline) dan pada kondisi B (Treatment). &#13;
Pengukuran kemudian diIanjutkan pada kondisi A (Post treatment) sebagai kontroI untuk &#13;
fase B, sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan adanya hubungan fungsional &#13;
antara variabel bebas dan variabeI terikat. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur &#13;
sustained attention dalam penelitian ini adalah Sustained Attention to Response Task &#13;
(SART) dari Robertson, et al. 1997. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini, dilihat berdasarkan pola grafik yang mengalami peningkatan &#13;
pada fase B dibandingkan dengan fase A. Hasil juga dilihat dari rata-rata skor benar pada &#13;
fase B, yang lebih besar dibandingkan dengan rata-rata skor benar pada fase A, dimana rata­ &#13;
rata skor benar pada fase A (Baseline) = 82,67 %, fase B (Treatment) = 95 %, dan fase A &#13;
(Post treatment) = 85,48 %. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Rancangan Pelatihan &#13;
peningkatan Kemampuan Mempertahankan Perhatian (PKMP) yang telah disusun dapat &#13;
membentuk kemampuan Sustained Attention pada anak yang mengalami Gangguan &#13;
Pemusatan Perhatian (GPP) usia 9 tahun 11 bulan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Musma Muis</note>
 <subject authority="">
  <topic>GPP, Sustained Attention, Psikoedukasi, Pelatihan </topic>
 </subject>
 <classification>155.4 mui r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.4 mui r/R.19.57</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700289</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.57)</sublocation>
    <shelfLocator>155.4 mui r/R.19.57</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9158</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-20 14:19:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>