Detail Cantuman

Image of STUDI TENTANG KECERDASAN EMOSI SEBAGAI PREDIKTOR DARI PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA SUAMI ISTRI DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP

 

STUDI TENTANG KECERDASAN EMOSI SEBAGAI PREDIKTOR DARI PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA SUAMI ISTRI DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP


Pernikahan 5 tahun pertama membutuhkan penyesuaian pernikahan suami
dan istri terlebih pada pasangan dengan istri emerging adult (21-23 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007344152.4 lis s/R.19.10Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    152.4 lis s/R.19.10
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 151 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    152.4 lis s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pernikahan 5 tahun pertama membutuhkan penyesuaian pernikahan suami
    dan istri terlebih pada pasangan dengan istri emerging adult (21-23 tahun). Salah
    satu faktor yang memprediksi kemampuan penyesuaian pernikahan pada suami dan
    istri adalah kecerdasan emosi yang dimiliki oleh suami dan istri. Tujuan penelitian
    ini adalah untuk mengetahui apakah kecerdasan emosi dirinya dan pasangannya
    dapat menjadi prediktor mampu tidaknya suami dalam penyesuaian pernikahan 5
    tahun pertama pernikahannya serta apakah kecerdasan emosi dirinya dan
    pasangannya dapat menjadi prediktor mampu tidaknya istri dalam penyesuaian
    pernikahan 5 tahun pertama pernikahannya.

    Responden dalam penelitian ini adalah pasangan dengan istri emerging
    adult (21-23 tahun). Responden menjalani kehidupan pernikahan 5 tahun dan
    berada dalam tahap perkembangan keluarga families with preschool children
    (memilikj anak dengan rentang usia anak pertama 2,5-6 tahun). Jumlah responden
    dalam penelitian ini adalah 44 pasangan suami istri. Teknik pengambilan sampel
    yang digunakan adalah non probability sample dengan tekhnik purposive sampling.
    Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan cross-sectional design. Analisis
    data yang digunakan adalah multiple regression dan analisis deskriptif yang pada
    aplikasinya menggunakan bantuan program SPSS 16.0.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosi suami dan
    pasangannya dapat menjadi prediktor mampu tidaknya suami dalam penyesuaian
    pernikahan 5 tahun pertama pernikahannya. Kecerdasan emosi suami menjadi
    prediktor terbaik yang menentukan mampu tidaknya suami dalam penyesuaian
    pemikahannya. Sama halnya dengan istri, kecerdasan emosi istri dan pasangannya
    dapat menjadi prediktor mampu tidaknya istri dalam penyesuaian pemikahan 5
    tahun pertama pernikahannya. Kecerdasan emosi istri menjadi prediktor terbaik
    yang menenmkan mampu tidaknya istri dalam penyesuaian pernikahannya.
    Ditemukan juga bahwa kontribusi kecerdasan emosi dirinya dan pasangannya
    sebesar 54,4% terhadap penyesuaian pernikahan istri, sedangkan kontribusi
    kecerdasan emosi dirinya dan pasangannya hanya 20,4% terhadap penyesuaian
    pemj!qJb~n suami, Hasil analisis data deskriptif menuniukkan bahwa mayoritas
    suami maupun istri memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Hal tersebut
    berkontribusi pada kemampuan penyesuaian pernikahan yang baik pada suami dan
    istri 5 tahun pertama kehidupan pernikahannya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi