27) pada kuesioner LSAS. Intervensi implisit yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan re­ training Approach-Avoidance Task (AAT) yang diberikan sebanyak 12 kali. Pengukuran tingkat kecemasan sosial menggunakan kuesioner LSAS versi bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental, yaitu Pretest-posttest Control Group Design. Hasil pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dianalisa menggunakan uji Repeated Measurement A nova. Hasil analisis pretest­ posttest menunjukkan tidak ada perbedaan skor yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sig = 0.285 > c = 0.05, Ho diterima). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian intervensi implisit AA T dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja akhir." />

Detail Cantuman

Image of INTERVENSI KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA AKHIR MENGGUNAKAN PENDEKATAN IMPLISIT APPROACH-AVOIDANCE TASK (AAT)

 

INTERVENSI KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA AKHIR MENGGUNAKAN PENDEKATAN IMPLISIT APPROACH-AVOIDANCE TASK (AAT)



Penelitian ini berjudul "Intervensi Kecemasan Sosial Pada Remaja Akhir
Menggunakan Pendekatan Implisit Approach-Avoidance Task ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0100115070030155.5 has i/R.19.91Perpustakaan Pusat (REF.19.91)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 has i/R.19.91
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,154 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5 has i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab

  • Penelitian ini berjudul "Intervensi Kecemasan Sosial Pada Remaja Akhir
    Menggunakan Pendekatan Implisit Approach-Avoidance Task (AAT)". Kecemasan
    sosial merupakan masalah psikologis yang cukup banyak dialami di dunia, salah
    satunya oleh orang di Indonesia. Sekitar 15.8% dari populasi Indonesia mengalami
    kecemasan sosial (Vriends, 2013). Kasus-kasus mengenai kecemasan sosial ini
    banyak terdapat pada usia rernaja, termasuk remaja akhir. Penelitian yang terpublikasi
    terhadap intervensi kecemasan sosial di Indonesia masih sangat minim. Intervensi
    yang populer untuk menangani kecemasan sosial sampai saat ini adalah Cognitive­
    Behavioral Therapy (CBT) (Hoffmann & Barlow, 2002). Terapi ini memberikan hasil
    yang relatif permanen dan bertahan lama. Namun, dalam terapi ini perlu adanya
    perhatian penuh dan pengetahuan yang spesifik dari pasien terhadap situasi yang
    ditakutinya (Foa & Kozak, 1986). Teori dual-process models menyebutkan bahwa
    pada individu terjadi dua proses kognitif yang berbeda. Salah satunya adalah proses
    asosiatif, dimana proses ini berlangsung secara otomatis tanpa disadari. Proses
    asosiatif ini dapat dimodifikasi dengan menggunakan pendekatan implisit. Peneliti
    mencoba mengembangkan altematif penanganan kecemasan sosial berdasarkan
    pendekatan impiisit yang belum pemah dilakukan di Indonesia. Pelaksanaan
    intervensi implisit dilakukan menggunakan re-training Approach-Avoidance Task
    (AA T) dalam upaya membuat altematif intervensi pada proses kognisi yang bersifat
    asosiatif pada individu dengan kecemasan sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan
    untuk mengetahui pengaruh intervensi menggunakan metode implisit Approach­
    Avoidance Task (AA T) dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja
    akhir.

    Penelitian dilakukan pada subjek remaja akhir dengan usia 17-19 tahun. Dari
    255 orang partisipan, diperoleh 43 orang remaja akhir yang tergolong High Social
    Anxiety berdasarkan pengukuran skor takut (>27) pada kuesioner LSAS.

    Intervensi implisit yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan re­
    training Approach-Avoidance Task (AAT) yang diberikan sebanyak 12 kali.
    Pengukuran tingkat kecemasan sosial menggunakan kuesioner LSAS versi bahasa
    Indonesia yang telah divalidasi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental,
    yaitu Pretest-posttest Control Group Design.

    Hasil pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
    dianalisa menggunakan uji Repeated Measurement A nova. Hasil analisis pretest­
    posttest menunjukkan tidak ada perbedaan skor yang signifikan antara kelompok
    eksperimen dan kelompok kontrol (Sig = 0.285 > c = 0.05, Ho diterima). Sehingga
    dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian intervensi implisit AA T
    dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja akhir.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi