<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9123">
 <titleInfo>
  <title>INTERVENSI KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA AKHIR MENGGUNAKAN PENDEKATAN IMPLISIT APPROACH-AVOIDANCE TASK (AAT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elfina Putri Nanda Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,154 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Penelitian ini berjudul &quot;Intervensi Kecemasan Sosial Pada Remaja Akhir &#13;
Menggunakan Pendekatan Implisit Approach-Avoidance Task (AAT)&quot;. Kecemasan &#13;
sosial merupakan masalah psikologis yang cukup banyak dialami di dunia, salah &#13;
satunya oleh orang di Indonesia. Sekitar 15.8% dari populasi Indonesia mengalami &#13;
kecemasan sosial (Vriends, 2013). Kasus-kasus mengenai kecemasan sosial ini &#13;
banyak terdapat pada usia rernaja, termasuk remaja akhir. Penelitian yang terpublikasi &#13;
terhadap intervensi kecemasan sosial di Indonesia masih sangat minim. Intervensi &#13;
yang populer untuk menangani kecemasan sosial sampai saat ini adalah Cognitive­ &#13;
Behavioral Therapy (CBT) (Hoffmann &amp; Barlow, 2002). Terapi ini memberikan hasil &#13;
yang relatif permanen dan bertahan lama. Namun, dalam terapi ini perlu adanya &#13;
perhatian penuh dan pengetahuan yang spesifik dari pasien terhadap situasi yang &#13;
ditakutinya (Foa &amp; Kozak, 1986). Teori dual-process models menyebutkan bahwa &#13;
pada individu terjadi dua proses kognitif yang berbeda. Salah satunya adalah proses &#13;
asosiatif, dimana proses ini berlangsung secara otomatis tanpa disadari. Proses &#13;
asosiatif ini dapat dimodifikasi dengan menggunakan pendekatan implisit. Peneliti &#13;
mencoba mengembangkan altematif penanganan kecemasan sosial berdasarkan &#13;
pendekatan impiisit yang belum pemah dilakukan di Indonesia. Pelaksanaan &#13;
intervensi implisit dilakukan menggunakan re-training Approach-Avoidance Task &#13;
(AA T) dalam upaya membuat altematif intervensi pada proses kognisi yang bersifat &#13;
asosiatif pada individu dengan kecemasan sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengetahui pengaruh intervensi menggunakan metode implisit Approach­ &#13;
Avoidance Task (AA T) dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja &#13;
akhir. &#13;
&#13;
Penelitian dilakukan pada subjek remaja akhir dengan usia 17-19 tahun. Dari &#13;
255 orang partisipan, diperoleh 43 orang remaja akhir yang tergolong High Social &#13;
Anxiety berdasarkan pengukuran skor takut (&gt;27) pada kuesioner LSAS. &#13;
&#13;
Intervensi implisit yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan re­ &#13;
training Approach-Avoidance Task (AAT) yang diberikan sebanyak 12 kali. &#13;
Pengukuran tingkat kecemasan sosial menggunakan kuesioner LSAS versi bahasa &#13;
Indonesia yang telah divalidasi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental, &#13;
yaitu Pretest-posttest Control Group Design. &#13;
&#13;
Hasil pretest-posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol &#13;
dianalisa menggunakan uji Repeated Measurement A nova. Hasil analisis pretest­ &#13;
posttest menunjukkan tidak ada perbedaan skor yang signifikan antara kelompok &#13;
eksperimen dan kelompok kontrol (Sig = 0.285 &gt; c = 0.05, Ho diterima). Sehingga &#13;
dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian intervensi implisit AA T &#13;
dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada remaja akhir.</note>
 <note type="statement of responsibility">Elfina Putri Nanda Hasibuan</note>
 <subject authority="">
  <topic>kecemasan sosial, intervensi impiisit, re-training</topic>
 </subject>
 <classification>155.5 has i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.5 has i/R.19.91</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">0100115070030</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.91)</sublocation>
    <shelfLocator>155.5 has i/R.19.91</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9123</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-19 15:13:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>