ANALISIS KEBIJAKAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET ATAS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK PADA TANAH DAN BANGUNAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
erusahaan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak
dalam bidang industri manufaktur yang posisi nya tidak bersaing secara bisnis ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007502 658 Hik a/R. 12.140 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 658 Hik a/R. 12.140Penerbit Program Magister Manajemen Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik x, 123 hlm. Ilus ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 658Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 2015Subyek Info Detil Spesifik TesisPernyataan Tanggungjawab HIKMAT IMADUDDIN AKHMAD -
erusahaan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak
dalam bidang industri manufaktur yang posisi nya tidak bersaing secara bisnis
dengan perusahaan lainnya, karena bukan perseroan. Perusahaan mempunyai 12
lokasi aset yang berupa tanah dan bangunan. Pemilihan kebijakan Optimalisasi
Aset dilakukan terhadap nilai aset yang paling tinggi berdasarkan data nilai as et
sebelumnya. Semakin tingginya nilai sewa dan nilai jual daerah sekitar kawasan
yang semakin berkembang merupakan salah faktor pertimbangan pcrusahaan
untuk memindahkan seluruh aktivitas perusahaan ke Karawang. Analisis
dilakukan berdasarkan keadaan lahan yang dianggap kosong. Kondisi bangunan
eksisting tidak memungkinkan untuk disewakan, karena aktivitas perusahaan
masih berjaJan, dan beberapa bangunan sudah tidak layak pakai. Analisis yang
dilakukan terhadap aset tersebut berupa analisis pasar properti yaitu penawaran
dan permintaan pasar, Analisis Fisik dan Lokasi Lahan, Analisis Hukum dan
Peraturan, dan Analisis Keuangan. Dari hasil analisis di dapatkan beberapa
alternatif penggunaan yang memungkinkan dan dua altematif penggunaan yang
terbaik berupa altematif penggunaan perkantoran dan altematif penggunaan hotel.
Berdasarkan tahapan analisis tersebut altematif penggunaan perkantoran
merupakan yang paling optimal.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






