Detail Cantuman

Image of INTERVENSI KECEMASAN SOSIAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN IMPLISIT Pengembangan Intervensi Kecemasan Sosial Menggunakan Approach Avoidance Task (AAT) Pada Remaja Tengah di Surakarta

 

INTERVENSI KECEMASAN SOSIAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN IMPLISIT Pengembangan Intervensi Kecemasan Sosial Menggunakan Approach Avoidance Task (AAT) Pada Remaja Tengah di Surakarta


INTERVENSI KECEMASAN SOSIAL MENGGUNAKAN
PENDEKA TAN IMPLISIT

Pengembangan Intervensi Kecemasan Sosial Menggunakan Approach ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007119155.4 ris i/R.19.64Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.4 ris i/R.19.64
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 117 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.4 ris i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • INTERVENSI KECEMASAN SOSIAL MENGGUNAKAN
    PENDEKA TAN IMPLISIT

    Pengembangan Intervensi Kecemasan Sosial Menggunakan Approach
    Avoidance Task (AAT) Pada Remaja Tengah di Surakarta

    Risa Suryanti, S.Psi, Prof Dr. Wilis Srisayekti, Dra. Marisa F.Moeliono, M.Pd

    Kecemasan sosial merupakan masalah psikologis yang banyak terjadi di
    dunia, termasuk di Indonesia. Sekitar 23% orang Indonesia dilaporkan
    mengalami kecemasan sosial tinggi dan data tersebut didominasi oleh remaja
    tengah (Sasri, 2014). Remaja yang mempunyai kecemasan sosial beresiko
    mengalami masalah jangka panjang dengan pendidikan, pekerjaan, relasi sosial,
    dan menurunnya keterlibatan dalam masyarakat (Hofmann & Dibartolo, 2001).
    Individu dengan kecemasan sosial mempunyai karakterstik khas yaitu adanya
    bias atensi pada berbagai informasi yang dinilai mengancam. Adanya bias
    negatif dalam interpretasi dan penilaian di situasi sosial merupakan disfungsi
    proses kognisi yang paling menonjol pada individu dengan kecemasan sosial
    (Foa, Franklin, & Kozak, 2001). Bias-bias proses informasi mempengaruhi
    kehadiran, ingatan dan interpretasi informasi threat-relevant yang membawa
    kepada bertahannya kecemasan (Hofmann & Dibartolo, 2001).

    Wiers, Rinck, Kordts, Houben, & Strack (2010) menyebutkan bahwa bias
    atensi dapat dimanipulasi dengan cara membentuk asosiasi baru melalui re­
    training individu untuk mendekati objek pemicu kecemasan. Remaja tengah
    dengan kecemasan sosial diberikan intervensi implisit menggunakan re-training
    Approach Avoidance Task (AAT). Tujuan dari intervensi adalah mendekatkan
    ekspresi emosi senang untuk menurunkan kecemasan sosial.

    Penelitian ini melibatkan 60 siswa yang mengalami kecemasan sosial.
    berdasarkan skor LSAS. Desain penelitian yang digunakan adalah pre post
    control group design. Hasil dari pre test dan post test dilakukan pengujian
    menggunakan uji t-paired sample untuk mengetahui pengaruh intervensi melalui
    re-training AAT. Hasil pre test dan post test AAT Approach Tendency Happy
    menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan yang
    signifikan antara nilai pre test dan post test (Sig = 0,039 < (l = 0,05, Ho ditolak).
    Artinya intervensi melalui re-training AAT berpengaruh terhadap berkurangnya
    bias atensi sehingga kecemasan sosial pada remaja tengah mengalami penurunan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi