PELATIHAN MENINGKATKAN EMPATI MELALUI PSIKOEDUKASI MENGURANGI BULLYING KEPADA PELAKU BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI BULLYING KEPADA PELAKU BELLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Herly Novita Sari. Pelatihan Meningkatkan Empati Melalui Psikoedukasi
Sebagai Upaya Untuk Mengurangi Bullying Kepada Pelaku Bullying di
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0007081 155.4 her p/R.19.48 Perpustakaan Pusat (REF.19.48) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 155.4 her p/R.19.48Penerbit Magister Psikologi : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xi,;165 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 155.4 her pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Herly Novita Sari -
Herly Novita Sari. Pelatihan Meningkatkan Empati Melalui Psikoedukasi
Sebagai Upaya Untuk Mengurangi Bullying Kepada Pelaku Bullying di
Sekolah Menengah Pertama.
Pembimbing: Dr. Ahmad Gimmy Prathama Siswadi, M.Si dan Dr. Poeti
Joefiani, M.Si.
Sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk menimba ilmu,
namun kini ditemukan adanya tindakan bullying. Berdasarkan studi pendahuluan
di salah satu Sekolah Menengah Pertama di kota Bandung didapatkan bahwa
pelaku melakukan tindakan bullying verbal, fisik dan relasi. Saat melakukan
tindakan tersebut, pelaku mengatakan bahwa mereka merasa puas dan
berpendapat bahwa melakukan bullying itu menyenangkan. Reaksi yang
ditunjukkan korban seperti diam saja dan tidak berani melawan membuat pelaku
semakin menikmati melakukan tindakan bullying tersebut. Hal demikian berarti
pelaku tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh korban saat mendapatkan
perlakuan bullying, sehingga menunjukkan kurangnya kemampuan berempati
terutama terhadap apa yang dirasakan oleh korban.
Penelitian ini dirancang menggunakan one group pre-test dan post-test
design dengan memberikan intervensi berupa pelatihan melalui psikoedukasi
untuk meningkatkan empati yang ditujukan kepada siswa pelaku bullying dengan
harapan ketika empati pelaku meningkat, maka kecil kemungkinan mereka untuk
melakukan bullying kepada ternan-temannya. Penjaringan subjek penelitian
menggunakan alat ukur yang diadaptasi dari Olweus Bullying Questionnaire
sehingga mendapatkan empat orang partisipan, siswa kelas VII SMP. Pengukuran
empati menggunakan alat ukur yang telah baku yaitu Basic Scale Empathy yang
dikembangkan oleh Darrick Jolliffe dan David P.Farrington pada tahun 2006 ..
Pengujian hipotesis menggunakan uji beda Wilcoxon signed-rank
didapatkan hasil p-value sebesar 0,068 > 0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan
yang signifikan antara skor Basic Scale Empathy subjek penelitian sebelum dan
setelah pelatihan. Namun adanya hasil skor Basic Scale Empathy setelah pelatihan
lebih besar daripada skor Basic Scale Empathy sebelum pelatihan menunjukkan
adanya peningkatan kemampuan empati. Hal tersebut didukung berdasarkan data
yang didapatkan melalui wawancara yaitu adanya kesadaran dari setiap partisipan
bahwa menjadi korban bullying temyata sangat tidak menyenangkan dan memiliki
niat untuk tidak lagi melakukan tindakan bullying. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






