Detail Cantuman

Image of PERBEDAAN POSITIVE END EXPIRATORY PRESSURE (PEEP) 5 cmH20, 10cmH20 dan 15 cmH20 TERHADAP STATUS HEMODINAMIKA PADA PASIEN YANG TERPASANG VENTILASI MEKANIK DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG

 

PERBEDAAN POSITIVE END EXPIRATORY PRESSURE (PEEP) 5 cmH20, 10cmH20 dan 15 cmH20 TERHADAP STATUS HEMODINAMIKA PADA PASIEN YANG TERPASANG VENTILASI MEKANIK DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG


Gagal napas merupakan suatu ketidakmampuan paru menjaga
keseimbangan atau homeostatis 02 dan C02 di dalam tubuh. Kejadian
gagal napas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007126610.73 Her p/R.22.102Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Her p/R.22.102
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 65 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Her p/R.22.102
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Gagal napas merupakan suatu ketidakmampuan paru menjaga
    keseimbangan atau homeostatis 02 dan C02 di dalam tubuh. Kejadian
    gagal napas mencapai 20-75 kasus per 100.000 penduduk setiap tahun
    dengan angka kematian mencapai 30-50% oleh itu membutuhkan
    pemasangan ventilasi mekanik dalam mengendalikan ventilasi paru untuk
    meningkatkan oksigenasi dan mencegah kerusakan paru. Pada akhir
    pernafasan umumnya terjadi kolaps ruang udara bagian distal sehingga
    sering menyebabkan timbulnya ateletaksis yang dapat mengganggu proses
    difusi dan memperberat gagal nafas. Untuk mengantisipasi kecenderungan
    timbulnya kolaps alveoli pada akhir pernafasan, maka dibuat suatu tekanan
    positif pad a akhir ekspirasi (PEEP). PEEP dapat meningkatan tekanan
    intrathorakal yang dapat mengganggu kerja jantung sehingga dapat
    mengakibatkan perubahan pada hemodinamika. Penggunaan PEEP harus
    disesuaikan dengan kondisi hemodinamika pada pasien. Penelitian ini
    bertujuan untuk mengetahui perbedaan PEEP 5, 10 dan IS cmH20 terhadap
    hemodinamika pada pasien yang terpasang ventilasi mekanik mode spontan
    di ruang ICU Rumah Sakit Immanuel Bandung.

    Metode dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan
    desain penelitian one grup pretest dan post test, teknik sampling yang
    digunakan yaitu consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak i 7
    responden dan pengumpulan data dialkukan pada tanggal I Juni sampai I
    Juli 2015. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, analisis yang
    digunakan dalam penelitian adalah dengan uji repeat anova.

    Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang
    bermakna sebelum dan sesudah dilakukan perubahaan PEEP 5, 10 dan IS
    cmH20 terhadap status hemodinamik antara lain Tekanan darah sistolik dan
    diastolik, MAP serta heart rate, dengan nilai P value> 0,05.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi