Detail Cantuman

Image of PENGARUH LATIHAN FISIK INTRADIALISIS TERHADAP TINGKAT FATIGUE PASIEN HEMODIALISIS DI RS. PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO

 

PENGARUH LATIHAN FISIK INTRADIALISIS TERHADAP TINGKAT FATIGUE PASIEN HEMODIALISIS DI RS. PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO


Pasien hemodialisis mengalami berbagai kondisi seperti sindrom uremik,
kelemahan otot, penurunan aktifitas fisik, yang berkontribusi terhadap ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700267610.73 Sup p/R.22.231Perpustakaan Pusat (REF.231)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Sup p/R.22.231
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 92 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Sup p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pasien hemodialisis mengalami berbagai kondisi seperti sindrom uremik,
    kelemahan otot, penurunan aktifitas fisik, yang berkontribusi terhadap fatigue.
    Fatigue adalah keluhan umum yang dirasakan sebagian besar pasien hemodialisis
    yang dapat menurunkan fungsi fisik dan kualitas hidup. Latihan fisik intradialisis
    diketahui efektif dalam meningkatkan fungsi fisik yang berpotensi dalam
    memperbaiki fatigue. Penelitian terkait latihan fisik intradialisis sebelrnnnya
    menggunakan program latihan yang relatif lebih berat dan menggunakan peralatan
    dimana tidak semua pasien dapat melakukannya. Oleh karena itu perlu diteliti lebih
    lanjut latihan fisik yang lebih ringan dan memungkinkan semua pasien hemodialisis
    bisa melakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan fisik
    intradialisis terhadap tingkatfatigue pasien yang menjalani hemodialisis.

    Penelitian quasi exeperiment pre and post test with control group ini
    melibatkan 68 pasien yang dibagi menjadi kelompok intervensi (34) dan kontrol (34)
    yang diambil dengan consecutive sampling. Kelompok intervensi mendapatkan
    latihan fisik intradialisis seminggu 2 kali selama 6 minggu. Tingkat fatigue diukur
    menggunakan Piper Fatigue Scale (PFS)-12 sebelum dan setelah intervensi.
    Kelompok kontrol mendapatkan intervensi standar yang diberikan Rumah Sakit. Data
    dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji t test.

    Hasil penelitian menunjukkan tidak signifikan berbeda pada karakteristik antara
    dua kelompok baik secara usia, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan dan
    pekerjaan dan parameter klinis (riwayat olahraga, tekanan darah, kadar Hb, Indeks
    Massa Tubuh, lama hemodialisis, menderita ESRD, dan lama terpasang AV shunt).
    Terdapat hasil signifikan berbeda rerata skor fatigue pada kelompok intervensi (post
    intervensi 3,005±1,386 danpre intervensi 4,999±1,559) dan kelompok kontrol (post
    intervensi 5,973±1,833 dan pre intervensi 4,750±1,491) dengan p 0,05 dan terdapat perbedaan yang signifikan rerata skor
    fatigue postest kelompok intervensi (3,005) dan kontrol (5,973).

    Dengan demikian latihan fisik intradialisis dari ringan sampai sedang secara
    signifikan memperbaiki fatigue pada pasien hemodialisis, sehingga menjadi penting
    bagi petugas kesehatan untuk merekomendasikan program ini pada pasien yang
    menj alani hemodialisis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi