Detail Cantuman

Image of PERBANDINGAN LATIHAN PERNAPASAN DIAPRAGMA DENGAN LATIHAN DEEP BREATHING TERHADAP NILAI FEV1 DAN FVC PARU PASIEN FRAKTUR PREOPERASI SELAMA RAWAT INAP DI RSUD DR. SLAMET GARUT

 

PERBANDINGAN LATIHAN PERNAPASAN DIAPRAGMA DENGAN LATIHAN DEEP BREATHING TERHADAP NILAI FEV1 DAN FVC PARU PASIEN FRAKTUR PREOPERASI SELAMA RAWAT INAP DI RSUD DR. SLAMET GARUT


Pasien fraktur ekstennitas bawah dapat mengalami penurunan aktivitas
sehingga dapat menyebabkan penurunan daya tahan paru. Sehingga pasien ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007070610.73 Hes p/R.22.104Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Hes p/R.22.104
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 84 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Hes p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    2015
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pasien fraktur ekstennitas bawah dapat mengalami penurunan aktivitas
    sehingga dapat menyebabkan penurunan daya tahan paru. Sehingga pasien fraktur
    selama masa preoperasi membutuhkan latihan pemapasan untuk mencegah
    gangguan fungsi paru akibat immobilisasi. Latihan pernapasan dapat
    meningkatkan kekuatan otot pernapasan. Salah satu penilaian fungsi paru tersebut
    yaitu pengukuran niIai FEVl (Forced Expiratory Volwne) dan FVC (Forced Vital
    Volume) untuk memberikan infonnasi aliran udara maksimal dalam paru-paru,
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan latihan pernapasan
    diafragma dengan latihan deep breathing terhadap nilai FEVl dan FVC pasien
    fraktur ektermitas bawah selama preoperasi.

    Penelitian ini menggunakan metode quasi ekperimen dengan desain pre-test
    dan post-test. Tekhnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
    concecutive sampling. Subjek dibagi menjadi dua grup, grup I diberikan intervensi
    Iatihan pernapasan diafragma, dan grup II diberikan intervensi Iatihan deep
    breathing. Sampel berjumlah 300rang, yaitu 15 orang untuk latihan pemapasan
    diafragma dan 15 orang untuk Iatihan deep breathing. Latihan diberikan selama 6
    hari. Pengukuran nilai FEVl dan FVC pada penelitian ini yaitu dengan alat
    spirometer.

    Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai
    FEVl dan FVC setelah diberikan intervensi (p=O.OOO). Rata-rata kenaikan FEVl
    dan FVC pada kelompok latihan pernapasan diafragma yaitu sebesar 0,132 liter
    sedangkan rata-rata kenaikan FEVl dan FVC pada kelompok latihan deep
    breathing yaitu sebesar 0,32 liter. Sehingga menunjukan bahwa latihan
    pemapasan diafragma lebih efektif dibanding latihan deep breathing.
    Kesimpulannya yaitu adanya perbedaan nilai FEVl dan FVC setelah diberikan
    latihan pemapasan diafragrna dan latihan deep breathing. Latihan pernapasan
    diafragma pada penelitian ini direkomendasikan untuk diterapkan sebagai
    intervensi keperawatan pada pasien fraktur ektermitas bawah selama masa
    preoperasi. Intervensi ini merupakan terapi modalitas yang dapat diterapkan
    dalam praktik keperawatan medikal bedah untuk meningkatkan pelayanan
    keperawatan terutama pasien preoperasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi