<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9020">
 <titleInfo>
  <title>Pelatihan untuk Meningkatkan Responding Joint Attention dengan menggunakan Discrete Trial Training dan Pivotal Response Training pada Severe Autism Usia 5 Tahun</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Margareth Rani Rumondang Simanjuntak</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii, 220 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Margaretb Rani R.S 1904.2012.0042. Pelatiban untuk Meningkatkan &#13;
Responding Joint Attention dengan menggunakan Discrete Trial Training dan &#13;
Pivotal Response Training pada Severe Autism Usia 5 Tabun &#13;
Pembimbing:Dra. Lenny Kendbawati, M.Si &amp; Afra Hafny Noer, S.Psi, M.Se &#13;
&#13;
Salah satu gangguan sosial-kornunikasi yang paling awal dideteksi pada &#13;
anak dengan autisme adalah adanya defisit dalam keterampilan joint attention. &#13;
Kurangnya kemampuanjoint attention pada anak dengan autisme, terutama LFA, &#13;
akan menyebabkan anak kesulitan dalam membagi atau menyamakan perhatian &#13;
dengan orang lain, kurangnya kontak mata, tidak mampu mengikuti arahan gestur &#13;
dari orang lain, mengalami kesulitan sosial seperti mempelajari kemampuan &#13;
mengurus diri, dan kurang dapat belajar kesesuaian kata-objek (bahasa). &#13;
&#13;
Defisit joint attention yang &quot;lebih parah&quot; pada anak LF AI severe autism &#13;
dibandingkan anak HF AI mild autism menunjukkan bahwa anak LF A sangat &#13;
membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan joint attentionnya, &#13;
untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi perkembangan anak selanjutnya. &#13;
Respondingjoint attention merupakan bentuk awal perilaku joint attention. &#13;
&#13;
Pada penelitian ini, peneliti meraneang pelatihan yang bertujuan untuk &#13;
meningkatkan kemampuan responding joint attention pada anak autisme dengan &#13;
menggunakan DTT dan PRT. DTT dan PRT adalah modifikasi perilaku yang &#13;
merupakan turunan dari ABA. Pada pelatihan ini anak autisme dilatih untuk &#13;
melakukan responding joint attention. Adanya komponen motivasi dalam &#13;
pe1atihan ini dapat mendorong keinginan anak untuk terlibat dalam interaksi joint &#13;
attention. &#13;
&#13;
Raneangan pelatihan kegiatan ini dilakukan dalam bentuk quasi &#13;
experiment dengan desain single subject design ABA. Pelatihan dilakukan kepada &#13;
2 anak autisme usia 5 tahun selama 12 sesi, 3 kali seminggu, setting individual. &#13;
Pelatihan didahului dengan pengukuran RJA sebagai kondisi baseline (pretest), &#13;
lalu pengukuran frekuensi responding joint attention selama pelatihan, dan &#13;
pengukuran kembali RJA sebagai kondisi akhir (posttest). &#13;
&#13;
Pengukuran kondisi pre dan post test menggunakan Early Social &#13;
Communication Scales. Hasil penelitian menunjukkan setelah menerima pelatihan &#13;
responding joint attention, kemampuan responding joint attention kedua subjek &#13;
autisme meningkat. Subjek 1 memperoleh rata-rata persentase kemampuan &#13;
sebesar 88.09%, yang berarti bahwa peneapaian kemampuan RJA pada anak &#13;
tergolong tinggi (2: 80%). Subjek 2 memperoleh persentase rata-rata RJA sebesar &#13;
59.51 %, yang berarti bahwa peningkatan kemampuan responding joint attention &#13;
yang anak raih tergolong rendah. Peneapaian kemampuan RJA pada kedua subjek &#13;
autisme dipengaruhi oleh intensitas perilaku repetitif dan ketertarikan stereotip.</note>
 <note type="statement of responsibility">Margareth Rani Rumondang Simanjuntak</note>
 <subject authority="">
  <topic>autisme, responding joint attention, DTT, PRT</topic>
 </subject>
 <classification>155.4 sim p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.4 sim p/R.19.68</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150700294</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.19.68)</sublocation>
    <shelfLocator>155.4 sim p/R.19.68</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9020</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-20 11:11:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>