<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8999">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI PERAWAT DAN DOKTER TERHADAP PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MORI AGUSTINA BR PERANGIN-ANGIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;115 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budaya keselamatan pasien dalarn pelayanan rumah sakit adalah hal yang &#13;
sangat mendasar. Permasalahan dalarn budaya keselarnatan pasien tercermin dari &#13;
masih tingginya angka insiden keselamatan pasien baik secara global maupun &#13;
nasional. Jumlah insiden keselarnatan pasien di Rumah Sakit Advent Bandung &#13;
yang dilaporkan tidak terlalu banyak. Namun berdasarkan hasil wawancara &#13;
diketahui bahwa rnasih banyak insiden yang tidak dilaporkan oleh karena pekerja &#13;
merasa enggan dan takut mendapat konsekuensi. Didalam meningkatkan &#13;
keselarnatan pasien, hal pertarna yang harus dilakukan adalah transformasi budaya &#13;
karena budaya adalah dasar seseorang mernaknai, bersikap, berprilaku dan &#13;
bertindak. Sebagai tenaga kesehatan dengan jum lah terbesar, perawat dan dokter &#13;
rnernpunyai andil besar dalam meningkatkan budaya keselarnatan pasien di rumah &#13;
sakit, rnaka penting untuk mengkaj i persepsi perawat dan dokter tentang &#13;
penerapan budaya keselamatan pasien sehingga hasilnya dapat dijadikan acuan &#13;
dalam melakukan perbaikan. &#13;
&#13;
Penelitian descriptive comparative cross sectional design tentang persepsi &#13;
perawat dan dokter dilakukan kepada 185 responden dengan menggunakan &#13;
instrumen Hospital Survey of Patient Safety Culture (HSOPSC) yang terdiri dari &#13;
12 dimensi. Pengukuran persepsi terhadap masing rnasing dimensi dilakukan &#13;
untuk mengetahui dimensi rnana yang masih perlu ditingkatkan. Uji statistik &#13;
Mann Whitney digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi &#13;
antara perawat dan dokter, antara staf pelaksana dan supervisor. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perawat terhadap 12 &#13;
dirnensi mempunyai nilai rata rata 69.7%. Ada 6 dimensi yang perlu ditingkatkan &#13;
yaitu respon tidak menghukum terhadap kesalahan (24.8%); staffing (56%); &#13;
harapan dan tindakan manajer dalarn meningkatkan keselamatan pasien (65%); &#13;
persepsi tentang keselarnatan pasien secara menyeluruh (66.5%); dukungan &#13;
manajemen rurnah sakit terhadap program keselarnatan pasien; overan dan &#13;
transisi; kerjasama tim antar unit (74.8%). Sementara pada profesi dokter &#13;
mernpunyai nilai rata rata 65.4% dimana 10 dimensi rnasih perlu ditingkatkan , &#13;
yaitu: respon tidak rnenghukum terhadap kesalahan (43.3%); staffing (55%); &#13;
frekuensi pelaporan insiden (55%); umpan balik dan komunikasi tentang &#13;
kesalahan (55%), komunikasi terbuka (61.7%); harapan dan tindakan manajer &#13;
dalam rneningkatkan keselamatan pasien (62.5%); dukungan manajemen rumah &#13;
sakit terhadap program keselamatan pasien (66.7%); persepsi tentang &#13;
keselamatan pasien secara menyeluruh (68.3%); overan dan transisi (72.5%); &#13;
kerjasama tim antar unit (73.8%). &#13;
&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat perbedaan &#13;
yang signifikan antara persepsi perawat dengan dokter. antara staf pelaksana &#13;
dengan supervisor.</note>
 <note type="statement of responsibility">220120000000MORI AGUSTINA BR PERANGIN-ANGIN</note>
 <subject authority="">
  <topic>Budaya keselarnatan pasien. dokter, HSOPSC perawat</topic>
 </subject>
 <classification>610.73  More p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73  More p/R.22.146</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007106</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>610.73  More p/R.22.146</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8999</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-05 10:03:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>