Detail Cantuman

Image of PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DAN TURIS DALAM Pengembangan Ekowisata : Studi Di Kawah Putih Indonesia Dan Toba Jepang

 

PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DAN TURIS DALAM Pengembangan Ekowisata : Studi Di Kawah Putih Indonesia Dan Toba Jepang


PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DAN TURIS DALAM
PENGEMBANGAN EKOWISATA

(Studi Kasus di Kawah Putih, Indonesia, dan Toba, Jepang) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700269307.72 Nur p/R.25.8Perpustakaan Pusat (REF.8)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    307.72 Nur p/R.25.8
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi,;78 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    307.72 Nur p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DAN TURIS DALAM
    PENGEMBANGAN EKOWISATA

    (Studi Kasus di Kawah Putih, Indonesia, dan Toba, Jepang)

    ABSTRAK

    Penelitian ini mendeskripsikan 'pelaksanaan ekowisata yang dilakukan oleh
    perusahaan milik negara di Indonesia, Perum Perhutani (PP), yang berlokasi di
    Kawah Putih (KP) dan perusahaan swasta yang bergerak dalam kegiatan ekowisata di
    Jepang, Kaito Yumin Club (KYC), yang terletak di Toba, dan kemudian meneliti
    kontribusi ekowisata terhadap pelestarian alam melalui partisipasi masyarakat
    setempat dan perilaku lingkungan turis. Penelitian ini berhipotesis bahwa konsep
    yang berbeda dari ekowisata dapat diterapkan dalam operasi yang berbeda di setiap
    negara. Dengan demikian, dua studi kasus ini digunakan untuk menggambarkan
    strategi yang kontras pada partisipasi masyarakat setempat dan pembangunan
    perilaku lingkungan turis sebagai dua bagian penting dalam prinsip-prinsip
    ekowisata.

    Rancangan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini didominasi oleh
    penelitian kualitatif dan didukung oleh data yang diperoleh melalui penelitian
    kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menentukan nilai ekowisata bagi
    masyarakat setempat. Selain itu, metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui
    perilaku lingkungan pengunjung dalam pengelolaan lingkungan hidup oleh survei
    kuesioner.

    Berdasarkan konsep ekowisata yang didefinisikan oleh pemerintah Indonesia,
    keterlibatan masyarakat lokal dalam ekowisata Kawah Putih mengutamakan
    peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui bisnis lokal sebagai penyedia
    fasilitas wisata. Keindahan dan konservasi dukungan alam menjadi lebih penting
    karena tanggung jawab langsung PP pada sumber daya alam KP. Di si si lain, kegiatan
    ekowisata KYC di Toba cenderung mementingkan aktivasi lokal. Selain itu, sebagai
    perusahaan swasta, KYC tidak memiliki tanggungjawab langsung untuk memberikan
    alokasi dana pada Taman Nasional Iseshima. Oleh karena itu, dukungan finansial
    untuk mendukung pelestarian alam dilakukan untuk kegiatan masyarakat setempat.

    Meskipun PP dan KYC mengoperasikan pelaksanaan ekowisata yang
    berbeda, hasil dari partisipasi turis menunjukkan hasil yang serupa. Kedua
    pengunjung di KP dan Toba sepakat bahwa konservasi adalah penting, tetapi tidak
    banyak dari mereka memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam kegiatan
    konservasi lainnya (sumbangan dan kegiatan relawan).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi