<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8978">
 <titleInfo>
  <title>DISKRESI KEBIJAKAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KRISIS KEUANGAN (Studi Kasus Penyelamatan Bank Century Oleh Komite Stabilitas Sistem keuangan)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mochamad Faizal Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Sosial Dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>v,; 213 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tesis dengan judul Diskresi Kebijakan Publik ini merupakan hasil penelitian &#13;
terhadap diskresi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang &#13;
memutuskan untuk melakukan penyelamatan Bank Century. Situasi keuangan global &#13;
2008 yang tengah genting serta terdapat adanya bank swasta kecil yakni Bank Century &#13;
yang kemudian dinyatakan sebagai bank gagal, mengharuskan KSSK memutuskan &#13;
sebuah kebijakan. Terdapat dua opsi kebijakan dalam menangani, &amp;nk Century yaitu &#13;
menyelamatkan atau menutupnya. Pilihan kebijakan jatuh pada menyelamatkan Bank &#13;
Century dengan memberikan Pinjaman Modal Sementara (PMS) sebesar Rp. 6,76 triliun. &#13;
Kebijakan tersebut dinilai menimbulkan masalah yang kemudicm direntuknya Pansus &#13;
Bank Century oleh DPR RI yang mempertanyakan (1) Apakah benar adanya krisis &#13;
keuangan di tahun 2008; (2) Indikator penetapan bank gagal berdampak sistemik; (3) &#13;
Tidak adanya Iaporan kepada Presiden dan WakiI Presiden mengenai penyelematan Bank &#13;
Century; (4) Kenaikan jumlah dana penyelamatan dari sebesar Rp. 689 miliar menjadi &#13;
Rp. 6,76 triliun; (5) Sah tidaknya keberadaan KSSK dalam undang-undang; (6) Benarkah &#13;
relaksasi pemberian FPJP hanya dikhususkan untuk Bank Century dsb. Diskresi &#13;
kebijakan penyelamatan Bank Century yang dilakukan Komite Stabilitas Sistem &#13;
Keuangan (KSSK) telah menghindarkan Indonesia dari ancaman krisis keuangan global &#13;
tahun 2008, namun di si si lain tindakan diskresi tersebut menimbulkan berbagai masalah. &#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan bagaimana &#13;
terjadinya diskresi kebijakan atau freies Ermessen KSSK dalam per.spekt.if kebijakan &#13;
publik, sehingga diketahui masalah serta kekurangan yang ada pada diskresi kebijakan &#13;
tersebut dan bagaimana dampak yang terjadi. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode pencl\\Thn. kualitatif dengan &#13;
pendekatan studi kasus, adapun teknik pengumpulan data adalah dengan studi &#13;
kepustakaan dan analisis dokumen terkait, observasi serta wawancara tidak terstruktur &#13;
sebagai konfirmasi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun diskresi kebijakan publik yang &#13;
dilaksanakan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam penyelamatan &#13;
Bank Century telah dilaksanakan dengan tepat dengan kata lain telah memenuhi kriteria &#13;
Extraordinary freies ermessen, Prasyarat Kondisional dan Syarat Umum Produk &#13;
Tindakan Diskresi yang merupakan pedoman yang hams dipenuhi oleh suatu tindakan &#13;
diskresi berdasarkan Kerangka Umum Diskresi yang telah ditetapkan dalam Kerangka &#13;
Umum Hukum Administrasi Negara (KUHAN) tetap saja menimbulkan masalah &#13;
disebabkan di Indonesia seringkali akuntabilitas dalam ~~ilan kebijakan &#13;
mengutamakan audit fmansial atau audit keuangan dan kegiatan bukannya audit &#13;
kebijakan. Oleh karena itu, Dalam situasi menghadapi krisis di sektor keuangan yang &#13;
membutuhkan respon cepat selain harus terpenuhinya Prasyamt Koadisional dan Syarat &#13;
Umum Produk Tindakan Diskresi juga harus menyertakan basil analisis kebijakan yang &#13;
ditandatangani secara resmi dan terdokumentasi sebagai akuntabilitas kebijakan oleh para &#13;
pemangku kebijakan Sehingga diskresi kebijakan dapat lebih efektif dan dapat &#13;
dipertanggungjawabkan dikemudian hari.</note>
 <note type="statement of responsibility">Mochamad Faizal Rizki</note>
 <subject authority="">
  <topic>Extraordinary freies Ermessen, diskresi, Kebijakan</topic>
 </subject>
 <classification>352.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>352.3 Moc d/R.17.179</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007123</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator>352.3 Moc d/R.17.179</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8978</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:42:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-04 09:46:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>