UNSUR TERAPETIK PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK USIA MADYA
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan unsur-unsur terapetik yang
terkandung dalam permainan tradisional yang ada di masyarakat Sunda yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0885 Perpustakaan Pusat Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 362 Bud u/R.17.464.1Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xviii,;231 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362 Bud uTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Taftazani Budi Muhammad -
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan unsur-unsur terapetik yang
terkandung dalam permainan tradisional yang ada di masyarakat Sunda yang
dapat membantu mengembangkan tiga aspek tumbuh kembang anak yaitu dapat
melatih pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif dan sosioemosional. Potensi
manfaat dari permainan tradisional ini penting digali sebagai upaya untuk
menemukan pengetahuan baru bagi pekerjaan sosial yang bekerja dengan anak
yang bersumber dari kekayaan budaya lokal.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawacara
kelompok dan individu serta observasi sebagai teknik pengumpulan datanya.
Sumber data adalah anak-anak yang terIibat dalam permainan. Proses
pengumpulan data dengan observasi dilakukan dengan cara mengamati permainan
yang secara kebetulan sedang dimainkan anak dan secara sengaja meminta anak
memainkan permainan. Wawancara dilakukan baik sebelum anak memainkan
permainan maupun setelah mereka selesai memainkan permainan.
Basil penelitian menunjukkan masing-masing permainan memiliki unsur
unsur terapetik yang dapat membantu tumbuh kembang anak usia madya.
Prosedur permainan yang ditemukan, proses dan dinamika yang dihasilkan dari
memainkan permainan menunjukkan bahwa permainan tradisional Sunda dapat
memenuhi kriteria sebagai media untuk mengembangkan aspek kognitif dan
sosioemosional serta pelatihan untuk pertumbuhan fisik.
Unsur-unsur terapetik yang ditemukan pada permainan untuk aspek fisik
yaitu melatih pengendalian motorik halus dan kasar, koordinasi anggota tubuh,
melatih kekuatan dan keterampilan fisik, ketajaman dan jangkauan penglihatan,
dan perceptual motor yang terdiri dari keseimbangan (balance), kesadaran ruang
(spatial awareness), ketepatan respon gerakan sesuai waktu (temporal
awareness), kesadaran penggunaan anggota tubuh saat melakukan gerakan (body
awareness), ketepatan arah dari tubuh yang digerakan serta respon motorik
terhadap arah objek yang bergerak di ruang sekitar (directional awareness).
Untuk aspek kognitif, ditemukan unsur terapetik mengasah kreativitas,
mengidentifikasi dan mengingat pola, mengantisipasi/memperkirakan,
memecahkan rnasalah, mengelola situasi, imajinasi, penguasaan kemampuan,
scaffolding, memfasilitasi pelepasan egocentric localization ke kesadaran ruang
yang lebih luas, persiapan ke tahap formal operation, mengkategorikan, ingatan
visual, trial and error/pemuasan eksplorasi, pertukaran ide, perencanaan,
merangkai kalimat, melambangkan, belajar memahami relasi antara waktu, jarak,
dan kecepatan.
Sedangkan untuk aspek sosioemosional ditemukan unsur terapetik yaitu
mengikuti aturan, komunikasi, sense of fair play, kompetisi, mengendalikan
kelompok, pengalihan emosi negatif, empati, bekerjasama dan sating membantu,
pengendalian rasa takut, memunculkan keberanian, pengendalian diri, emosi
positif, mengendalikan rasa malu, berekspresi spontan di depan orang lain dan
belajar tampil di muka umum, bergiliran, belajar memahami tindakan yang
berakibat pada orang lain, berpartisipasi dalam kelompok, belajar memimpin dan
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






