Detail Cantuman

Image of Partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Pangandaran pasca pembentukan daerah otonomi baru dalam pemilukada Kabupaten Ciamis tahun 2013

 

Partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Pangandaran pasca pembentukan daerah otonomi baru dalam pemilukada Kabupaten Ciamis tahun 2013


Diskursus tentang pelibatan masyarakat daerah otonomi barn dalam
pemilukada daerah induknya menjadi kajian menarik dalam sistem otonomi

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0882Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Agu p/R.17.188.1
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;244 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Agu p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Diskursus tentang pelibatan masyarakat daerah otonomi barn dalam
    pemilukada daerah induknya menjadi kajian menarik dalam sistem otonomi
    daerah. Pelibatan warga masyarakat Kabupaten Pangandaran yang telah
    ditetapkan sebagai daerah otonomi barn dalam kegiatan Pernilukada di Kabupaten
    Ciamis Tahun2013 telah menuai pro dan kontra. Alasan yang mendasari polemik
    ini adalah dengan telah terbitnya Surat Keputusan Penetapan Daerah Otonom
    Barn yang disahkan dengan Undang-Undang berkonsekuensi pada diberikannya
    kewenangan daerah otonomi barn untuk mengatur rumah tangganya sendiri,
    secara yuridis telah terlepas dari kabupaten induknya.

    Bertolakdari hal itu,penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi
    politik masyarakat Kabupaten Pangandaran pasca pembentukan Daerah Otonomi
    Barn dalam Pemilukada di Kabupaten Ciamis Tahun 2013 dan mengkaji faktor­
    faktor peningkatan partisipasi politik masyarakat Kabupaten Pangandaran pasca
    pembentukan Daerah Otonomi Barn dalam Pemilukada di Kabupaten Ciarnis
    Tahun 20l3.

    Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang
    dilakukan peneliti kepada informan, yaitu kelompok aktivis, partisipan, pengamat,
    dan apolitis diperoleh gambaran yang komprehensif bahwa partisi pasi politik
    masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam Pemilukada kabupaten Ciamis Tahun
    2013 termasuk kategori tinggi. Temuan ini didukung pula oleh hasil
    penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Ciamis bahwa tingkat
    partisipasi politik masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam kegatan pemilukada
    di Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 mencapai angka 70,57 % yang diperoleh dari 10
    kecamatan. Jika dibandingkan dengan perolehan suara kabupaten induknya yang
    hanya mencapai 68, 82 % rnaka hal ini rnenunjukkan bahwa tingkat partisipasi
    politik masyarakat Kabupaten Pangandaran lebih baik daripada Kabupaten
    Ciamis.

    Peningkatan angka partisipasi politik masyarakat Kabupaten Pangandaran
    dalam Pemilukada Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 disebabkab oleh beberapa
    faktor. Pertama, faktor profil Calon BupatiIWakil Bupati. Kedua, faktor
    sosialisasi dan karnpanye yang dilakukan oleh kelornpok aktivis, partisipan, dan
    kelompok pengamat. Ketiga, faktor isu putera daerah (primordial), Keempat;
    faktor hubungan ernosional dengan kabupaten induk. Kelima, faktor pengaruh
    para ulama/ajengan. Keenam, faktor kesadaran politik rnasyarakat.

    Temuan dalarn penelitian ini rnenghasilkan konsep barn yaitu bahwa
    partisipasi politik yang diberikan masyarakat Kabupaten Pangandaran dalam
    Pemilukada Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 kurang efektif. Artinya, partisipasi
    .. politik yang diberikan rnasyarakat Kabupaten Pangandaran dalarn Pernilukada
    Kabupaten Ciarnis Tahun 2013 hasilnya tidak rnerniliki rnanfaat bagi rnasyarakat
    Kabupaten Pangandaran pasca pernbentukan Daerah Otonorni Barn.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi